Akibat Hujan Deras Jumat Malam Di Manokwari, 3 Rumah Hanyut Dan 2 Jembatan Terputus
(Banjir di kampung Mimboy, Distrik Masni, kabupaten Manokwari)
Manokwari – Akibat hujan deras yang mengguyur kabupaten Manokwari, Papua Barat, Jumat (22/03), sebanyak 3 rumah warga di Kampung Mimboy, Distrik Masni, Kabupaten Manokwari, Papua Barat, hanyut, dan 2 jembatan ikut terputus.
Hujan deras di Manokwari pada Jumat berlangsung cukup lama, sekitar 6 jam dari pukul 18.00 hingga 24.00 Wit. Banjir di lokasi tersebut berasal dari luapan air dari Kampung Ririnpos dan Kampung Wariori Distrik Masni serta luapan air hujan dari perkebunan kelapa Sawit.
Selain di Distrik Masni, banjir juga menggenangi sejumlah rumah warga di Bantaran Sungai Wosi. Warga berbondong-bondong menyimpan barang berharga masing-masing. Dari sepanjang Bantaran Sungau Wosi, Kompleks Lembah Hijau mengalami dampak paling parah. Meskipun demikian tidak ada korban jiwa maupun orang hilang.
Dilansir Nabire.Net dari Kantor Berita Antara, ketiga rumah yang hanyut di kampung Mimboy Distrik Masni tersebut adalah rumah milik Abdulah, Riono, dan Bernadus Ajoni. Tiga rumah ini terkena longsor dan sebagian dari masing-masing rumah ini hanyut terbawa banjir. Cukup parah kerusakan masing-masing sekitar 50 persen.
Selain rumah warga, dua jembatan ikut terputus, yakni jembatan penghubung Kampung Jowen dengan Kampung Mimboy dan satu jembatan lainya di Kampung Meiforga.
Kedua jembatan tersebut rusak akibat terkikisnya tanah pinggir sungai. Kerugian materi atas dua jembatan itu diperkirakan sekitar Rp. 2 miliar.
Menurut keterangan Dandim 1801/Manokwari, Letkol Inf Hendriek Mote, ia telah berkoordinasi dengan pihak dan aparat terkait termasuk pemerintah distrik dan BPBD Kabupaten Manokwari agar ada tindaklanjut pasca banjir.
Selain itu, TNI bersama aparat kampung, membuat jembatan sementara agar masyarakat bisa beraktifitas.
“Kami memanfaatkan kayu balok, seadanya yang penting bisa dilalui warga untuk beraktifitas. Ini tidak bertahan lama, sehingga butuh uluran tangan pemerintah daerah,” kata Dandim.
Dandim berharap pemerintah kampung dan Distrik segera mengambil langkah penanganan di lapangan terutama terhadap kerawanan di sekitar kali atau sungai di wilayah Distrik Masni. Pemasangan bronjong perlu dilakukan di tepi singai untuk mencegah erosi.
[Nabire.Net]



Leave a Reply