Akhirnya PLN Nabire Naik Status Jadi UP3 (Cabang)

(PLN Nabire)

(PLN Nabire)

Nabire – Akhirnya setelah menunggu cukup lama, status PT. PLN Nabire yang sebelumnya bernama Unit Layanan Pelanggan (ULP) atau Rayon, kini naik menjadi PLN Cabang (UP3) Nabire.

Hal tersebut dibenarkan oleh Manager PT. PLN Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Nabire, Robert Rumsaur, saat dikonfirmasi Nabire.Net, Jumat malam (19/07).

Kepada Nabire.Net, Robert menuturkan, perubahan status dari ULP menjadi Cabang (UP3) sudah berlaku sesuai SK Organisasi sejak 31 Maret 2019.

Setelah itu, pada tanggal 1 Juli 2019, secara operasional, status PLN UP3 Nabire mulai berlaku.

“Sesuai SK organisasi, PT. PLN UP3 Nabire berlaku per 31 Maret 2019, namun secara operasional per 1 Juli 2019, artinya secara bertahap”, kata Robert.

Lebih lanjut Robert mengatakan, PLN UP3 Nabire, akan resmi dilaunching ke publik dalam waktu dekat menunggu kelengkapan fasilitas dan SDM.

“Sementara kami sedang melengkapi fasilitas dan SDM untuk rencana launching dalam waktu dekat”, tandas Robert.

Dengan naiknya status PLN Nabire dari ULP menjadi UP3 atau Cabang, otomatis pelayanan PLN Nabire akan bertambah, bukan hanya di kabupaten Nabire saja, melainkan juga untuk beberapa kabupaten di wilayah tengah Papua seperti Paniai, Dogiyai dan Deiyai.

Sebelum naik status menjadi UP3, PLN Nabire masih menjadi Unit Layanan Pelanggan (ULP) dari PLN Cabang Manokwari. Setelah menjadi UP3 (Cabang), PLN Nabire sekarang berada dibawah PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat (WP2B).

(Baca Juga : Perubahan Status PLN Nabire Dari Rayon Menjadi Area Papua Tengah Menunggu Putusan Pusat)

Jika selama ini warga Nabire mendengar istilah Unit Layanan Pelanggan (ULP) maka dengan naiknya status PLN Nabire menjadi Cabang, maka namanya berubah dari ULP menjadi UP3 atau Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan.

Diharapkan dengan naiknya status PLN Nabire menjadi UP3, maka pengambilan kebijakan untuk mempercepat pengembangan di bidang kelistrikan akan lebih cepat lagi, dan dampaknya tentu akan berpengaruh pada peningkatan rasio elektrifikasi serta peningkatan mutu pelayanan listrik di kabupaten Nabire, serta wilayah tengah Papua (Meepago).

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *