Yustinus Wandagau Desak Pemerintah Tarik Pasukan Non-Organik dari Intan Jaya: “Rakyat Trauma dan Tak Bisa Hidup Bebas”
Intan Jaya, 28 Oktober 2025 – Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Kabupaten Intan Jaya, Yustinus Wandagau, menanggapi aksi demonstrasi yang dilakukan oleh ratusan warga di Kabupaten Intan Jaya, Papua Tengah. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap rakyat yang menyuarakan keresahan atas kehadiran militer di wilayah tersebut.
“Saya sebagai anggota legislatif, anggota DPRD Kabupaten Intan Jaya, mengapresiasi dan mendukung aksi rakyat hari ini,” ujar Yustinus Wandagaumen kepada Nabire.Net, Selasa (28/10/2025).
Menurutnya, sejak tahun 2019 hingga 2025, konflik yang terjadi di Intan Jaya telah menimbulkan banyak korban dari kalangan masyarakat sipil. Kondisi ini diperparah dengan peningkatan aktivitas militer di wilayah tersebut sejak pertengahan tahun 2025.
“Ratusan warga, sekitar 200 sampai 300 orang, turun ke jalan karena trauma dan ketakutan. Mereka tidak bisa bergerak bebas karena pos-pos militer berada dekat dengan permukiman,” jelasnya.
Yustinus juga menyoroti insiden penembakan di wilayah Soanggama–Sanamba yang menewaskan 15 orang, serta menyebabkan sebagian warga mengungsi ke ibu kota Distrik Hitadipa. Ia menilai situasi ini sebagai krisis kemanusiaan yang harus segera disikapi oleh pemerintah provinsi maupun pusat.
“Pemerintah pusat dan pemerintah provinsi Papua Tengah jangan diam. Ini persoalan nyawa manusia. Jangan biarkan rakyat terus jadi korban,” tegasnya.
Dalam pernyataannya, Yustinus menyesalkan kebijakan yang mengaitkan pembangunan daerah dengan pendropan militer.
“Saya tidak pernah dengar bahwa keamanan membawa pembangunan, membawa kesehatan, atau membawa pendidikan. Itu tidak masuk akal,” ujarnya.
Politisi PSI ini juga meminta Gubernur Papua Tengah untuk segera melakukan negosiasi dengan pemerintah pusat agar menarik pasukan non-organik dari Intan Jaya, demi memulihkan keamanan dan stabilitas daerah.
“Nyawa manusia lebih berharga dari apapun. Nyawa rakyat Intan Jaya harus diselamatkan. Saya sangat sedih melihat korban jatuh, termasuk anak-anak, ibu-ibu, dan tokoh gereja,” pungkasnya.
Yustinus menegaskan bahwa lembaga legislatif dan eksekutif di Kabupaten Intan Jaya harus duduk bersama dan menanggapi aspirasi rakyat dengan serius agar kedamaian bisa kembali terwujud di Intan Jaya.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]





Leave a Reply