Warga Kalibobo Protes Tulisan Kasar Larangan Buang Sampah, Ini Tanggapan Kadis DLH Nabire

Nabire, 25 Juni 2025, Sejumlah warga Kelurahan Kalibobo, Kabupaten Nabire, memprotes keras adanya larangan membuang sampah di depan Pasar Kalibobo yang disertai dengan tulisan peringatan bernada kasar. Warga merasa tersinggung karena tulisan tersebut dinilai tidak pantas dan menyudutkan masyarakat.
“Kami warga Kalibobo dapat maki dalam bentuk tulisan. Terus solusinya, mereka harus buang sampah dimana? Tra mungkin juga mereka harus buang di Pantai,” ungkap salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, menanggapi tulisan tersebut.
Ia meminta pihak terkait dalam hal ini Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Nabire untuk menyediakan tong sampah di situ (red:Pasar Kalibobo) dan sampahnya dibuang setiap hari.
Nabirenet meminta tanggapan dari Kepala Dinas Lingkungan Hidup kabupaten Nabire, Natan Arfan Palumpun, perihal masalah ini. Natan menjelaskan, yang menjadi permasalahannya adalah penempatan bak kontainer Dinas Lingkungan Hidup yang masih menunggu persetujuan dari Lurah Kalibobo, mengingat lokasi yang lama sudah tidak diberikan ijin lagi oleh warga sekitar.
“Terkait keluhan masyarakat untuk sampah Kalibobo yang jadi permasalahan adalah penempatan bak kontainer DLH, untuk wilayah Kalibobo masih menunggu persetujuan dari Lurah Kalibobo, karena lokasi yang lama sudah tidak diberikan ijin lagi oleh warga sekitar,” tutur Natan kepada Nabirenet, Rabu (25/06) sore.
Lanjut kata Natan, masih ditemukan mobil pickup yang membuang sampah di lokasi Pasar Kalibobo dengan volume sampah yang besar. “Seharusnya mobil tersebut mengambil ijin ke Kantor DLH dan langsung ke TPA,” tandas Natan.
Saat ditanyakan terkait solusi bagi warga Kalibobo dan sekitarnya yang ingin membuang sampah, Kadis DLH menjelaskan, untuk wilayah Kotalama, kontainer sampah berada di samping GOR Trikora.
“Untuk wilayah Kotalama di samping GOR ada bak kontainer yang disediakan, dan mohon dibuang di dalam bak, jangan dibuang di luar bak. Begitu juga dengan tebangan pohon dan rumput serta bongkahan bangunan agar tidak dibuang ke dalam bak (tidak diijinkan). Segera berkoordinasi dengan DLH dulu,” pungkas Natan.
[Nabire.Net]


Rehabean Mansnandifu
persoalan sampah menjadi masalah sangat serius. masalah sampah tidak melempar kesalahan KPD pihak lain, secara sederhana jika setiap pribadi sadar sampah dikelola dr diri sendiri dengan konsep 3R(reuse/pakai ulang, Reduce/mengurangi dan Recycle/daur ulang) reuse contoh kaleng cat dibuat pot bunga dll, Reduce contoh selalu kemana2 bawa tambler air minum dan sampah plastik masuk bank sampah utk daur ulang, dan sampah organik dibuat kompos tinggal pemerintah inisiasi utk membantu dlm prosesnya dimulai pilah sampah di rumah tangga, salam perubahan 🙏