Waduh, Angka Pasien Gagal Ginjal di RSUD Nabire Capai 75 Orang Sejak 2021, Masyarakat Diimbau Jaga Pola Hidup Sehat

Nabire, 24 Juni 2025 – Jumlah pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah atau hemodialisa (HD) di RSUD Nabire terus mengalami peningkatan. Berdasarkan data pihak rumah sakit, sejak tahun 2021 hingga pertengahan 2025, total pasien yang tercatat menjalani cuci darah mencapai 75 orang.
Hal itu disampaikan oleh Kepala Bidang Humas RSUD Nabire, Agus Saputra, S.Kep., Ns., M.Kep, kepada Nabirenet, mewakili Direktur RSUD Nabire, Sukatemin, pada Selasa (24/6/2025) di ruang Humas RSUD Nabire, saat dimintai keterangan terkait perkembangan jumlah pasien gagal ginjal.
“Untuk total pasien gagal ginjal yang menjalani cuci darah di RSUD Nabire dari tahun 2021 sampai 2025 jumlahnya ada 75 orang. Khusus untuk bulan terakhir, ada 13 pasien yang aktif menjalani cuci darah, satu orang di antaranya meninggal dunia,” ungkap Agus.
Ia menjelaskan, dari 13 pasien yang menjalani cuci darah dalam sebulan terakhir, tidak semuanya merupakan pasien asli atau berdomisili di Kabupaten Nabire. Ada sebagian pasien dari luar Papua yang saat ini tinggal di Nabire dan melanjutkan perawatan di RSUD Nabire.
“Pasien itu campuran, ada yang memang asli Nabire, ada juga yang dari luar Papua, mungkin karena sudah tinggal di sini, jadi cuci darahnya di rumah sakit kita. Total pasien aktif dalam sebulan terakhir itu ada 13 orang, yang meninggal dunia satu orang,” jelasnya.
Menurut Agus, gagal ginjal banyak dipicu oleh pola hidup tidak sehat, seperti kurang konsumsi air putih, kebiasaan minum minuman bersuplemen atau energi berlebihan, serta faktor penyakit penyerta seperti diabetes dan hipertensi.
“Kebutuhan air putih minimal dua liter per hari itu penting untuk kesehatan ginjal. Tapi banyak orang lebih memilih minuman bersuplemen atau bersoda. Kalau sudah rusak, ginjal tidak bisa sembuh total, dan harus cuci darah rutin,” paparnya.
Ia mengingatkan, penyakit gagal ginjal tergolong berbahaya karena sering tidak terdeteksi sejak dini. Banyak pasien baru menyadari kondisinya saat sudah masuk tahap kronis dan memerlukan cuci darah secara berkala.
“Semua penyakit itu berbahaya kalau tidak ditangani sejak awal. Tapi khusus ginjal ini, karena dia organ vital, fungsinya menyaring racun dalam tubuh, jadi dampaknya sangat besar kalau terganggu,” tegasnya.
Agus menambahkan, RSUD Nabire terus berupaya memberikan pelayanan terbaik bagi pasien gagal ginjal, namun pencegahan tetap menjadi langkah paling efektif. Ia mengimbau masyarakat untuk menjaga pola hidup sehat, memperbanyak minum air putih, mengurangi minuman bersoda atau suplemen yang tidak perlu, serta rutin memeriksakan kesehatan, khususnya bagi yang memiliki faktor risiko seperti diabetes dan hipertensi.
“Kalau ginjal sudah bermasalah, biaya perawatan tinggi, kualitas hidup menurun. Jadi lebih baik kita jaga dari sekarang,” pungkasnya.
[Nabire.Net/Musa Boma]


Leave a Reply