Ujian Nasional (UNBK) 2018 Hari Pertama Di SMA Kristen Anak Panah Nabire Berjalan Lancar, Diikuti 59 Orang Siswa
Sebanyak 1629 siswa SMA/MA dari 21 sekolah yang ada di Nabire mengikuti pelaksanaan Ujian Nasional tahun 2018, senin 9 April 2018.
Pelaksanaan Ujian Nasional di Nabire terbagi atas 2 sistem yakni Ujian Nasional Berbasis Komputer yang dilaksanakan oleh empat sekolah masing-masing SMA Negeri 1 Nabire, SMA Negeri 3 Nabire, SMA YPPK Adhi Luhur Nabire dan SMA Kristen Anak Panah Nabire.
Sedangkan sistem lainnya masih menggunakan cara lama yakni berbasis kertas dan pensil (UNKP), yang diikuti 17 SMA/MA yang ada di Nabire.
SMA Kristen Anak Panah Kalibobo Nabire sebagai salah satu sekolah yang melaksanakan Ujian Nasional Berbasis Komputer, sukses melaksanakan UNBK di hari pertama pelaksanaan, senin 9 April 2018.
Setelah melaksanakan USBN (Ujian Sekolah Berbasis Nasional) beberapa waktu yang lalu, kini SMA Kristen Anak Panah Nabire melaksanakan UNBK (Ujian Nasional Berbasis Komputer). Diikuti sebanyak 59 siswa/siswi.
SMA Kristen Anak Panah sendiri sudah siap menghadapi ujian kompetensi faktual akademis sesuai dengan petunjuk teknis Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Nasional serta pemerintah Rebuplik Indonesia.
Pada hari Senin tanggal 9 April 2018 UNBK diawali bidang studi Bahasa Indonesia dengan tahapan 3 sesi mulai pagi hari, siang dan sore.
Simulasi dan tryout menghadapi UNBK di SMA Kristen Anak Panah telah disiapkan dan diatur oleh bagian kurikulum guna mendapatkan hasil yang optimal. Dengan program yang telah dibuat tersebut membuat siswa/siswi SMA Kristen Anak Panah siap dan terbiasa mengunakan sistem informasi dan komunikasi berbasis komputer dalam menghadapi UNBK. Dilihat dari kelengkapan dan sarana, SMA Kristen Anak Panah memiliki Laboratorium Komputer yang dipergunakan siswa untuk praktik dan proses pembelajaran yang terkait dengan pengunaan laboratorium komputer.
Hari pertama pelaksanaan UNBK di SMA Kristen Anak Panah berjalan dengan baik dengan kondisi jaringan internet yang terakses lancar dan didukung daya listrik yang tidak padam dari PLN.
Alasan UNBK dilaksanakan 3 sesi dikarenakan system yang telah diatur untuk kondisi dan kenyamanan para siswa dan kapasitas daya listrik yang digunakan. Ini yang ke tiga (3) kali SMA Kristen Anak Panah melaksanakan UNBK dengan kondisi permasalahan yang berbeda, karena tahun ini pembiayaan UNBK dibebankan pada BOS (Bantuan Operasional Sekolah).
Kepala Sekolah Refly Jefry Umpel dan Kepanitiaan UNBK SMA Kristen Anak Panah telah mengatur sedemikian rupa agar ujian tersebut dapat berlangsung sebagaimana mestinya.
Dikatakan Refly, UNBK merupakan refleksi akademis untuk sekolah walaupun UN bukan ukuran kelulusan siswa, tetapi menurut beliau itu citra kemampuan pembelajaran yang diberikan oleh komunitas guru sebagai standar ukur pedagogis dan kapistas profesional. Hasil UN/UNBK akan dipetakan sebagai integritas dan stategis peningkatan pembelajaran.
Selanjutnya UNBK hari pertama di SMA Kristen Anak Panah dikunjugi oleh Dinas Pendidikan Kabupaten Nabire dari PSMA (Pendidikan Sekolah Menegah) Mesak Mofu, S.Pd, M.Pd.
Dalam tinjauannya, Mesak Mofu mengatakan SMA Kristen Anak Panah telah melakukan program kabupaten yang bersinergi sesuai teknis yang berlaku. Menurut beliau bahwa SMA Kristen Anak Panah merupakan sekolah swasta yang memiliki progresif dalam melaksanakan pengembangan sumber daya manusia di Tanah Papua khusus di Nabire. Lanjut beliau mengatakan sekolah-sekolah yang belum melaksanakan UNBK didorong untuk menyiapkan sarana swadaya sebagai upaya kreatifitas dan inovatif.
Harapan dari UNBK di SMA Kristen Anak Panah dari hari pertama sampai hari terakhir berjalan kondusif dan bisa diminimalis ganguan teknis secara internal maupun ekstrnal. Didoa bersama agar peserta ujian tetap sehat dan optimal mengisi pertanyaan yang diujikan setiap bidang studi yang dimulai hari Senin dan akan berakhir pada hari Kamis 12 April 2018 sesuai sesi yang sudah ditentukan.
[Nabire.Net]



Leave a Reply