INFO NABIRE
Home » Blog » Truknya Dibakar dan Sopirnya Ditikam Saat Kericuhan Mapia 21 Januari 2023, Ibu Lince Minta Tanggung Jawab Pemda Dogiyai

Truknya Dibakar dan Sopirnya Ditikam Saat Kericuhan Mapia 21 Januari 2023, Ibu Lince Minta Tanggung Jawab Pemda Dogiyai

Truknya Dibakar dan Sopirnya Ditikam Saat Kericuhan Mapia 21 Januari 2023, Ibu Lince Minta Tanggung Jawab Pemda Dogiyai
(Truknya Dibakar dan Sopirnya Ditikam Saat Kericuhan Mapia 21 Januari 2023, Ibu Lince Minta Tanggung Jawab Pemda Dogiyai)

Nabire, Aksi pemalangan yang dilakukan oleh sekelompok warga di Kampung Gerbang Sadu, Distrik Nabire Barat, 7 Maret 2023 lalu ternyata akibat dari dibakarnya truk salah seorang warga atas nama Ibu Lince di Mapia, Kabupaten Dogiyai, 21 Januari 2023 lalu.

Nabire.Net, mencoba menghubungi Ibu Lince untuk menanyakan apa yang menjadi tuntutannya saat melakukan aksi pemalangan.

Kepada Nabire.Net melalui sambungan telepon, Selasa (07/03/2023), Ibu Lince mengatakan, pemalangan yang dia lakukan karena sampai saat ini, truknya yang dibakar di Mapia serta biaya pengobatan sopirnya yang ditikam belum mendapat perhatian atau ganti rugi dari pemerintah kabupaten Dogiyai.

“Hari itu juga saat kejadian di Mapia 21 Januari 2023 lalu, saya bisa palang dan ambil tindakan, tapi karena masalah pembunuhan yang dari pertama itu mereka belum klarifikasi masalah itu akhirnya kita sabar, terus sopir kita juga masih belum sembuh, saya tunggu dia sampai sembuh setelah itu saya naik ke Dogiyai dan laporkan ke Polres bahwa truk ini punya saya yang dibakar”, tutur Ibu Lince.

(Baca Juga : Seorang Pria Tewas Ditembak di Dogiyai, Aparat Kepolisian Turun Tangan)

Lanjut kata Ibu Lince, “karena belum ada tanggapan, saya naik yang kedua kali, saya naik dengan permohonan dan rincian harganya. Setelah itu saya naik ke atas lagi, Kapolres Dogiyai mengatakan bahwa tempat kejadiannya di wilayah Nabire, memang tempat kejadian di wilayah Nabire tetapi pelaku adalah orang Mapia. kalau begitu saya ambil tindakan untuk palang jalan supaya ada tanggapan dari pemerintah”.

Ibu Lince menjelaskan dirinya mengaku kecewa dan rugi akibat kasus pembakaran dan penikaman sopirnya. Oleh karena itu dia meminta tanggung jawab pemerintah kabupaten Dogiyai agar bertanggung jawab untuk mengganti truknya yang dibakar serta uang pengobatan sopirnya.

“Setelah kita palang, dari polisi mereka datang antar kita ketemu Kapolres Nabire, kita ungkapkan setelah kejadian sampai sekarang kita hanya ketemu pihak keamanan saja jadi kita bosan, kita mau Bupati dan Tim Pansus yang pernah dibentuk di atas (Dogiyai) dan Kapolres harus sama-sama untuk bertemu dan bicara, jadi Kapolres Nabire tolong hubungi orang-orang tersebut”, urainya.

Dikatakan Ibu Lince, Kapolres Nabire memintanya menunggu saja, karena pihak Polres Nabire akan berkoordinasi dengan Kapolres Dogiyai dan berharap agar Kapolres Dogiyai bisa berkoordinasi dengan Pemda Dogiyai mencari solusi masalah ini.

“Harapan saya, karena mereka fokuskan ke pembunuhan saja, lalu kita yang korban ini diabaikan, jadi pemerintah harus ganti rugi kita punya truk dan uang pengobatan. Selama ini tidak ada sama sekali bantuan dari pemerintah dan kepolisian, sedangkan saya pernah jaga sopir saya, itu semua uang pribadi saya sampai sopir saya sudah sembuh. Mereka cuma ambil nomor handphone dan KTP tapi mereka tidak pernah tindak lanjuti, jadi saya marah dan palang jalan”, keluh Ibu Lince.

Sebagai informasi, sekelompok warga melakukan pemalangan di jalan Trans Nabire, Selasa pagi (07/03/2023). Aksi pemalangan tersebut mengakibatkan warga yang ingin naik ke arah Distrik Uwapa maupun warga yang ingin turun ke arah Nabire sempat tertahan.

(Baca Juga : Sekelompok Warga Lakukan Pemalangan Jalan di Wilayah Gerbang Sadu Nabire)

Berdasarkan informasi yang diterima Nabire.Net dari sejumlah sopir lintas Nabire, aksi pemalangan jalan di sekitar Gerbang Sadu ini diduga disebabkan oleh pembakaran truk milik warga di Mapia, Kabupaten Dogiyai, 21 Januari 2023 lalu.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.