Tak Mampu Perpanjang Kontrakan, Mahasiswa Dogiyai Kota Studi Sorong Minta Perhatian Pemkab Dogiyai
Sorong – Mahasiwa Dogiyai yang menuntut ilmu di kota Sorong, Provinsi Papua Barat, terpaksa harus keluar dari kontrakan mereka yang dinyatakan telah habis masa berlakunya.
Akibatnya mahasiswa Dogiyai yang dikeluarkan dari kontrakannya kecewa kepada pemkab Dogiyai karena menurut mereka seharusnya dana pemondokan dan dana studi akhir tahun 2018 diselesaikan oleh pemkab Dogiyai.
Freddy Tebay selaku Ketua Korwil Dogiyai Kota Studi Sorong mengaku kecewa dan meminta agar pemkab Dogiyai bisa segera datang ke Sorong dan menyelesaikan persoalan tersebut.
Akhirnya Freddy mengaku terpaksa harus mengeluarkan biaya pribadinya untuk menyewa asrama darurat berukuran 6×12 meter yang terbagi atas empat kamar guna menampung mahasiswa Dogiyai.
Padahal jumlah mahasiswa yang tinggal sebanyak 45 orang dan bercampur antara laki-laki dan perempuan. Hal ini membuat Freddy mengaku sedih.
Dari 45 orang mahasiswa tersebut, 5 diantaranya adalah mahasiswa lama, sementara 10 lainnya mahasiswa baru.
Hal ini juga dibenarkan Yulian Anouw selaku senior para mahasiswa. Ia berharap agar pemkab Dogiyai melalui instansi terkait bisa peduli terhadap nasib mahasiswa asal Dogiyai yang sedang menuntut ilmu diluar Dogiyai, karena pada akhirnya, mereka akan kembali lagi ke Dogiyai dan membangun Dogiyai.
[Nabire.Net]



Leave a Reply