SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia Resmi Beroperasi, Terima SK Pendirian dan NPSN
Dogiyai, 17 Februari 2026 – SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia resmi beroperasi setelah menerima Surat Keputusan (SK) pendirian, izin operasional, serta Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN). Penyerahan SK berlangsung di Dioudimi Omakapau dan dihadiri perwakilan Pemerintah Kabupaten Dogiyai, PSW, Kepala Distrik Mapia, para pastor, serta kaum intelektual wilayah Dioudimi.
Kepala sekolah, Stefanus Iyai, dalam sambutannya menjelaskan latar belakang perjuangan pendirian sekolah tersebut. Ia menyebut situasi keamanan pada 2022–2023 di wilayah Kamuu membuat guru dan siswa merasa tidak nyaman, sehingga muncul inisiatif mendirikan sekolah di lokasi yang lebih aman.
“Pada tahun 2022-2023 terjadi kekacauan di sekitar Kamuu membuat guru dan siswa di sana tidak nyaman, maka saya berjuang untuk mendirikan sekolah di tempat yang lebih aman,” ujarnya.
Pastor Paroki Bomomani yang hadir mewakili Pastor Dekan Kamapi menegaskan bahwa pendidikan adalah sesuatu yang harus diperjuangkan demi masa depan generasi. Menurutnya, perjuangan mendirikan sekolah menunjukkan bahwa pendidikan memiliki nilai penting bagi masyarakat dan Gereja.
Perwakilan PSW Kabupaten Dogiyai menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam proses pendirian sekolah. Ia menekankan bahwa sekolah memiliki peran strategis bagi generasi, bangsa, dan Gereja.
Sementara itu, perwakilan Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Dogiyai, Yakobus Tebai, menyatakan dukungan pemerintah daerah terhadap pembangunan sekolah tersebut. Ia mengajak masyarakat Dioudimi dan sekitarnya menjadi tuan rumah yang baik bagi keberlangsungan pendidikan di wilayah itu.
Kepala Distrik Mapia juga menyampaikan komitmennya untuk mendukung pengembangan fasilitas sekolah. Ia menyebutkan dalam Musrenbang akan mengusulkan penambahan satu atau dua gedung baru sebagai bentuk dukungan terhadap generasi muda di wilayah tersebut.
Sebagai tuan rumah, Pastor Paroki Kristus Penebus Timeepa, Pastor Yeskiel Tawakidua Dole Belau, menyampaikan rasa syukur atas terwujudnya sekolah tersebut. Ia menyebut keberadaan SMP ini sebagai hasil doa dan perjuangan bersama.
Acara dilanjutkan dengan penyerahan SK kepada kepala sekolah, pemberian cendera mata berupa noken anggrek kepada para tamu, serta penyerahan lokasi oleh pemilik tanah yang juga menyerahkan delapan ekor ayam untuk didoakan bersama. Kegiatan ditutup dengan doa makan dan makan bersama dalam tradisi bakar batu.
Dengan resmi beroperasinya SMP YPPK St. Fransiskus Asisi Mapia, masyarakat Mapia kini memiliki harapan baru untuk peningkatan kualitas pendidikan bagi generasi muda di wilayah tersebut.
[Nabire.Net]











Leave a Reply