INFO NABIRE
Home » Blog » Siswa SMP Negeri 4 Nabire Diduga Dikeroyok Usai Kasus MBG, Korban Trauma karena Diancam Dibunuh

Siswa SMP Negeri 4 Nabire Diduga Dikeroyok Usai Kasus MBG, Korban Trauma karena Diancam Dibunuh

Nabire, 16 Januari 2026 – Dugaan penganiayaan yang menyeret nama salah satu pengelola Dapur MBG di Nabire kini berbuntut panjang dan mengarah pada kasus yang lebih serius. Seorang siswa SMP Negeri 4 Nabire berinisial C diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh sekelompok remaja, yang disebut-sebut masih memiliki keterkaitan dengan konflik sebelumnya antara pengelola Dapur MBG dan pihak sekolah.

Kasus ini mencuat setelah orang tua korban, Ibu Niar, angkat bicara kepada Nabire.Net, Jumat (16/01). Ia menuturkan bahwa anaknya dikeroyok oleh enam orang pelaku pada Selasa malam (13/01) sekitar pukul 19.00 WIT, di depan SD Yapis Nabire, Jalan Surabaya.

Menurut penuturan Ibu korban, saat itu ia menyuruh anaknya ke rumah temannya di Jalan Kusuma Bangsa untuk menumpang mandi. Namun, saat melintas di Jalan Surabaya, korban dicegat oleh sekelompok remaja yang sedang nongkrong di depan sekolah dasar tersebut.

“Anak saya dikepung lalu dipukuli ramai-ramai di depan SD,” ujar Ibu Niar dengan suara bergetar.

Enam Pelaku, Korban Dipukul, Disundut Rokok, dan Direkam

Ibu Niar menjelaskan, dari enam pelaku tersebut, sebagian dikenali korban dan sebagian tidak. Korban menyebut ada pelaku yang masih berstatus pelajar SMA Negeri 1 dan SMA Negeri 3 Nabire. Otak pelaku sendiri adalah pelajar SMA Negeri 3.

Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka di bagian kepala, pelipis, tangan, dan kaki. Lebih mengerikan, korban juga mengalami luka sundutan rokok, dipaksa minum dan merokok, serta mendapat perundungan verbal. Aksi kekerasan tersebut bahkan diduga direkam oleh para pelaku.

“Anak saya dipukul, disundut rokok, dipaksa minum dan rokok, lalu dibully. Semua direkam,” ungkapnya.

Ancaman Pembunuhan dan Pembakaran Rumah

Yang lebih memprihatinkan, pengeroyokan tersebut disertai ancaman serius. Korban mengaku diintimidasi agar tidak melapor ke pihak kepolisian. Ancaman pembunuhan hingga pembakaran rumah disampaikan langsung oleh otak pelaku.

“Kamu tidak kenal saya? Saya anak dari orang tua yang kamu dan anak-anak SMP 4 pukuli soal MBG kemarin. Kalau kamu lapor polisi, saya bunuh kamu,” tutur Ibu Niar menirukan ancaman yang disampaikan pelaku kepada anaknya.

Laporan Polisi Mandek, Korban Trauma dan Tak Berani Sekolah

Malam kejadian, korban langsung dibawa ke rumah sakit untuk menjalani visum, sebelum akhirnya kasus ini dilaporkan ke pihak kepolisian. Namun hingga hari ketiga, menurut Ibu Niar, laporan tersebut belum juga ditangani penyidik.

“Ini kasus anak di bawah umur. Saya berharap cepat ditindaklanjuti, tapi sampai sekarang belum ada perkembangan,” tegasnya.

Ibu Niar bahkan menyatakan siap menemui Kapolres Nabire hingga Kapolda Papua Tengah apabila laporan ini terus berlarut-larut tanpa kejelasan.

Dampak psikologis pun sangat dirasakan korban. Hingga kini, korban C belum berani kembali ke sekolah karena ketakutan. Ia bahkan masih diteror melalui pesan WhatsApp oleh salah satu pelaku yang menanyakan keberadaannya.

“Anak saya takut sekali. Nomor pelaku langsung dia blokir,” katanya.

Pihak sekolah SMP Negeri 4 Nabire, lanjut Ibu Niar, telah memberikan dukungan penuh dan siap memberikan keterangan apabila dimintai oleh aparat penegak hukum.

Kasus pengeroyokan siswa SMP Negeri 4 Nabire ini memunculkan pertanyaan besar tentang perlindungan hukum bagi korban, serta keseriusan aparat dalam menangani perkara yang melibatkan anak di bawah umur.

Dugaan Penganiayaan Kepsek SMPN 4 Nabire oleh Pengelola Dapur MBG Berakhir Damai

Diberitakan sebelumnya, sebuah video dugaan penganiayaan terhadap Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire, H. Suwandi, S.Pd., M.Pd, viral di media sosial. Peristiwa itu terjadi pada Selasa (13/1/2026) di lingkungan SMP Negeri 4 Nabire dan melibatkan pengelola Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) Kalisusu.

Dalam video yang diterima Nabire.Net, terlihat seorang pria diduga pengelola dapur MBG Kalisusu memegang leher dan mendorong Kepala Sekolah di ruang guru, disaksikan sejumlah guru dan siswa. Rekaman CCTV lainnya memperlihatkan siswa secara spontan melakukan pengeroyokan terhadap pria tersebut setelah melihat kepala sekolah mereka diperlakukan tidak pantas.

Kepala Sekolah SMP Negeri 4 Nabire membenarkan kejadian itu. Ia menyebut insiden dipicu oleh ketegangan akibat komplain terkait pelayanan dapur MBG, khususnya soal keterlambatan dan kekurangan jumlah makanan. Persoalan tersebut, kata Suwandi, telah diselesaikan secara kekeluargaan melalui mediasi pihak kepolisian dan Koordinator BGN Nabire.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.