INFO PAPUA
Home » Blog » “Rakyat Tota Mapiha Bisa Hidup Tanpa Pemekaran”

“Rakyat Tota Mapiha Bisa Hidup Tanpa Pemekaran”

(Aksi penolakan pemekaran Mapia Raya oleh RPM SIMAPITOWA)



Nabire – Pemekaran Daerah Otonomi Baru ( DOB) yang sedang direncanakan oleh sekelompok elit Dogiyai Mapia itu adalah suatu tindakan yang menipu rakyat Tota Mapiha.

Hal itu disampaikan oleh Ketua RPM SIMAPITOWA Indonesia, Hengki Mote, Sabtu (04/07).

Hengki menegaskan, pemekaran manusia lebih utama dan penting daripada pemekaran daerah, karena jika manusianya tidak siap, pemekaran daerah adalah hal yang sia-sia.

“Ini fakta bahwa budaya Tota Mapiha adalah berkebun, kembali ke alam, dan menikmati hasil alam. Kalau pemekaran dilakukan akan membuka pintu masuk bagi warga luar untuk masuk, dan alam yang dimiliki rakyat Tota Mapiha akan dikuasai orang luar,” kata Hengki.

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa berkaca dari kondisi kabupaten Dogiyai saat ini saja, pembangunan masih belum merata, tetapi pemerintah justru sibuk untuk memekarkan daerah otonomi baru.

“Kami percaya dan yakin bahwa Ketua MRP dan para anggota DPRP yang telah menerima aspirasi kami, akan menindaklanjuti aspirasi tersebut guna menolak pemekaran,” ujarnya.

(Baca Juga : Ini Ragam Tanggapan Anggota DPRP Terkait Rencana Pemekaran Mapia Raya)

Sementara itu, warga Tota Mapiha, Antonius Boma, menjelaskan bahwa rakyat Tota Mapiha bisa hidup dan mempertahankan kehidupan mereka tanpa adanya pemekaran, karena pemekaran adalah cara Jakarta untuk menambah penderitaan bagi rakyat Papua khususnya rakyat Tota Mapiha.

[Nabire.Net/Boma Wihaipai]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.