INFO NABIRE
Home » Blog » Priyono Mengaku Dianiaya Oknum TNI Serta Beberapa Orang Yang Mengaku Wartawan Indosiar & Anggota AJI

Priyono Mengaku Dianiaya Oknum TNI Serta Beberapa Orang Yang Mengaku Wartawan Indosiar & Anggota AJI

Nabire – Kasus pemukulan yang menimpa 2 wartawan di Nabire atas nama Rahim (masih diselidiki legalitas wartawannya) dari media Patroli, serta Priyono dari media Sinar Pos, sangat disesalkan oleh Priyono salah seorang korban pemukulan.

Saat dihubungi Nabire.Net melalui telepon selulernya senin pagi (28/01), Priyono yang terbaring lemah di rumahnya membenarkan bahwa ia dianiaya oleh 5 orang, satu diantaranya oknum TNI.

Menurut Priyono kasus tersebut bermula di lokalisasi Samabusa. Dijelaskan Priyono, persoalan tersebut karena seorang pramuria asal Menado.

Dijelaskan Priyono, pramuria tersebut menyenangi Rahim. Namun pramuria tersebut juga berpacaran dengan oknum TNI dari Denzipur.

Setelah terjadi cekcok di lokalisasi, Rahim mengajak Priyono melapor ke Mako Denzipur. Priyono sempat menyarankan agar melapor saja ke Polres, tapi Rahim bersikeras untuk melapor ke Denzipur. Bersama Yasin, ketiganya mendatangi Mako Denzipur, Minggu dini hari (27/01, sekitar pukul 02.20 Wit.

“Begitu sampai di pos penjagaan, baru bicara dikit belum selesai datang kelima orang dengan mobil Hilux warna biru dan saya melihat salah seorang anggota Denzipur membawa parang hendak membunuh Rahim, sambil mengancam kami,” kata Priyono.

Dari 5 pelaku, Priyono menjelaskan 1 diantaranya oknum TNI, satu orang lainnya mengaku wartawan Indosiar atas nama Catur Sera, sedangkan 3 lainnya mengaku sebagai anggota Aliansi Jurnalis Independen (AJI).

Atas kejadian ini, Priyono sangat menyesali hal tersebut. Ia berencana ingin melaporkan hal tersebut ke Staf Khusus Presiden, karena dirinya juga relawan Jokowi.

Ia juga akan menuntut secara hukum perbuatan pelaku.

“Saya akan meminta Presiden untuk menindaklanjuti oknum TNI dan Media tersebut.

Kapendam Cendrawasih Sesalkan Perbuatan Oknum Prajuritnya

Kejadian penganiayaan kedua wartawan dibenarkan juga oleh Kapendam XVII/Cend Kolonel Inf Muhammad Aidi. Menurut keterangan Kapendam, pelaku adalah Pratu AM, sedangkan 4 orang lainnya berasal dari berasal dari PT. Kabel Optik.

(Baca Juga : Kapendam Cendrawasih Sesalkan Oknum Prajuritnya Yang Aniaya 2 Wartawan Di Nabire Karena Berebut Pramuria)

Pelaku Pratu AM saat ini sedang meringkuk di sel tahanan Provost Denzipur-12/OHH, Selanjutnya akan dilimpahkan ke Denpom dalam rangka menjalani proses hukum.

Atas kejadian ini, Kapendam sangat menyesali perbuatan prajurit TNI yang keluyuran ke tempat lokalisasi.

Menurutnya hal itu adalah prilaku yang sangat tidak terpuji dan tidak bermoral. Institusi TNI tidak akan mentolelir hal tersebut. Yang bersangkutan pasti akan kami tindak keras sesuai proses hukum yang berlaku.

Sementara itu, kasus penganiayaan ini telah dilaporkan kepada pihak kepolisian Polsekta Nabire Kota. Hal itu dibenarkan oleh Humas Polres Nabire, saat dimintai konfirmasinya mengenai hal ini.

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.