Polda Papua Tengah Rilis Akhir Tahun 2025, Kriminalitas Naik Jadi 819 Kasus, Siap Hadapi Tantangan 2026
Nabire, 30 Desember 2025 – Menutup lembaran tahun 2025, Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah menggelar rilis pers refleksi akhir tahun sebagai bentuk transparansi dan akuntabilitas kinerja kepada publik. Kegiatan tersebut berlangsung di Mapolda Papua Tengah, Selasa (30/12/2025).
Tahun 2025 disebut sebagai periode penuh tantangan bagi dinamika keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Papua Tengah. Berbagai persoalan dihadapi, mulai dari gangguan keamanan, ketertiban masyarakat, penegakan hukum, hingga pengamanan agenda nasional dan daerah.
Meski demikian, berkat sinergitas yang kuat antara Polri, TNI, Pemerintah Daerah, tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta dukungan seluruh elemen masyarakat, situasi kamtibmas di wilayah hukum Polda Papua Tengah secara umum tetap terjaga kondusif.
Sepanjang tahun 2025, Polda Papua Tengah mencatat sejumlah peristiwa dalam pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Harkamtibmas) serta penegakan hukum yang berorientasi pada keadilan.
Kapolda Papua Tengah, Brigjen Pol Alfred Papare, dalam pemaparannya menyampaikan bahwa angka kriminalitas mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Pada tahun 2025 tercatat 819 kasus tindak pidana konvensional, meningkat 49 kasus dibandingkan tahun 2024 yang mencatat 770 kasus.
“Fokus utama kami pada tahun ini adalah pemberantasan peredaran narkoba, penanganan kelompok kriminal bersenjata (KKB), kejahatan curas dan curat, serta pengamanan yang menjadi atensi nasional,” jelas Kapolda.
Ia menegaskan bahwa keberhasilan tugas-tugas kepolisian tidak terlepas dari dukungan masyarakat. Oleh karena itu, Kapolda berharap seluruh personel Polri terus meningkatkan semangat dan kinerja agar pelayanan kepada masyarakat semakin optimal.
“Ke depan tantangan Polri diprediksi akan semakin kompleks, terutama dalam menjaga stabilitas sosial di tengah dinamika ekonomi global. Karena itu, Polda Papua Tengah berkomitmen untuk terus memperkuat sinergitas dengan TNI, Pemerintah Daerah, dan tokoh masyarakat demi menjaga kondusivitas wilayah,” ujarnya.
Menatap tahun 2026, Polda Papua Tengah menegaskan komitmen untuk terus memperkuat sinergi lintas sektor, meningkatkan kualitas pelayanan publik, serta mengedepankan penegakan hukum yang adil, transparan, dan berkeadilan, demi mewujudkan Papua Tengah yang aman, damai, dan sejahtera.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply