Plt.Kepala Disperindag Deiyai Minta Pedagang OAP dan Non OAP Saling Menghormati

Deiyai, Pasca aksi mama-mama pedagang pasar asli Papua yang tidak terima dengan kejadian tanggal 28 Januari 2022 di Pasar yang ada di Wagete, maka mama-mama pedagang asli Papua melakukan aksi protes kepada pemerintah kabupaten Deiyai.
Dalam aksi tersebut, mama-mama pedagang asli Papua meminta agar pedagang non asli Papua untuk tidak boleh mendistribusikan dan menjual komoditas barang jualan hasil lokal masyarakat Deiyai.
Selain itu mama-mama pedagang asli Papua juga menuntut agar pedagang non asli Papua untuk tidak mengimpor barang jualan tersebut ke kabupaten lainnya seperti Nabire, Dogiyai, Paniai dan lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Nabire.Net mencoba menghubungi Plt.Kepala Dinas Perindag kabupaten Deiyai, Aser Pakage, S.Pd, Jumat siang (04/02).
Aser Pakage menjelaskan, terkait tuntutan tersebut, pihaknya masih akan membicarakan hal itu lebih lanjut pada hari Senin (07/02) dengan DPRD Deiyai, pihak keamanan dan pihak-pihak terkait.
“Solusi yang terbaik akan kami tetapkan pada hari Senin (07/02), karena ini adalah kebutuhan hidup yaitu makanan dan minuman, selain itu juga butuh kesepakatan bersama, karena Disperindag tidak bisa putuskan sendiri,” tutur Aser.
Aser Pakage menekankan bahwa semua pedagang baik pedagang OAP maupun non OAP untuk saling menjaga etika berdagang dan saling menghargai harkat dan martabat satu sama lainnya, agar tercipta keadilan, kesejahteraan, kemandirian dan kemakmuran bagi seluruh masyarakat kabupaten Deiyai.
“Persoalan ini karena tidak saling menghargai antara pedagang OAP dan non OAP sehingga terjadi perselisihan di Pasar, sehingga mama-mama Papua demo dan diterima oleh DPRD Deiyai dan Dinas Perindag Deiyai, kata Aser Pakage melalui sambungan telepon kepada Nabire.Net.
Ia berharap agar para pedagang baik OAP dan non OAP bisa saling menghargai satu sama lain sehingga tidak terjadi lagi perselisihan seperti yang terjadi pada tanggal 28 Januari 2022 lalu.
[Nabire.Net]


Leave a Reply