Pj.Gubernur Papua Tengah Pantau Ketersediaan dan Stabilitas Harga Sembako dan BBM Jelang Nataru

Nabire, Dalam rangka mengendalikan inflasi di Provinsi Papua Tengah menjelang perayaan Hari Natal 2023 dan Tahun Baru 2024, Pj,Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., melaksanakan monitoring ketersediaan dan harga serta masa berlaku sembilan bahan pokok pada Distributor dan Pasar Sentral di Kabupaten Nabire sebagai daerah pemasok bahan pokok ke kabupaten Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya, Rabu (20/12/2023).
Kegiatan monitoring yang dipimpin langsung Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM., tersebut, dilaksanakan di beberapa tempat dimulai dari Pasar Sentral Kalibobo Nabire, Gudang Panca Niaga Kalibobo selaku Distributor, Depot Pertamina Nabire, Perum Bulog Nabire, Distributor Hadi Supermarket Nabarua dan diakhiri dengan kunjungan ke Distributor Sumber Baru di Sanoba Nabire.
Turut mendampingi Pj.Gubernur Papua Tengah dalam kegiatan monitoring ini, Bupati Nabire, Mesak Magai, S.Sos., M.Si, sejumlah Kepala Dinas di lingkungan Provinsi Papua Tengah, Kapolres Nabire, Forkopimda Provinsi Papua Tengah dan juga Forkopimda Kabupaten Nabire.
Saat berkunjung ke Bulog Nabire, Gubernur menanyakan stok barang yang disuplai oleh Perum Bulog Nabire kepada Kepala Perum Bulog KCP Nabire, Dedi Rachman Eko Prasetio. Dikatakan Dedi Rachman, Bulog Nabire menyediakan Beras, Minyak Goreng dan Gula.
Terkait ketersediaan beras. Dedi Rachman mengatakan stoknya cukup dan aman hingga bulan Februari 2024.
Ketika ditanyakan oleh Ibu Gubernur, Perum Bulog Nabire menyuplai untuk berapa kabupaten, Dedi menjelaskan bahwa Perum Bulog Nabire mengcover lima kabupaten yaitu Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai dan Intan Jaya.
Sementara untuk alokasi sebulan, Dedi Rachman menjelaskan, jumlahnya sebesar 936 ton dan sudah tersalurkan hingga bulan November 2023.
Gubernur Ribka Haluk sendiri berharap agar Perum Bulog bisa memperhitungkan dengan baik mengingat permintaan di bulan Desember meningkat.
Terkait kunjungan ke Pasar Sentral Kalibobo, Gubernur mengatakan bahwa pemerintah Provinsi Papua Tengah dan pemkab bersama TNI-Polri berkunjung ke Pasar dan Distributor, Bulog dan seterusnya untuk memastikan ketersediaan stok dalam rangka Natal dan Tahun Baru.
“Tadi kita temui di pasar, harga cabe mahal sekarang, per kilogramnya 150 ribu. Setelah kita cek di petani, mereka dapat sekitar 40 sampai 50 ribu. Tetapi ketika sampai di pasar setelah melewati tengkulak maka harganya mencapai 150 ribu. Akhirnya tadi kita coba diskusi dengan para pedagang. Kita lagi diskusi untuk mencari solusi,” kata Ribka Haluk.
Ribka Haluk berharap agar pemerintah bisa mensosialisasikan Harga Eceran Tertinggi yang ditetapkan oleh pemerintah terlebih khusus dalam penjualan sembako sehingga ada kestabilan harga yang dapat diterima oleh masyarakat Papua Tengah.
Sementara itu saat berkunjung ke gudang Hadi di Nabarua, Pj.Gubernur menanyakan harga barang yang dipasarkan Hadi diantaranya harga gula. Selain itu juga Gubernur menanyakan terkait masa berlaku barang yang dijual.
“Intinya pemerintah mengharapkan dukungan dan kerjasama dari Distributor yang ada di Nabire untuk menyediakan barang kepada masyarakat,” pungkas Ribka Haluk.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]









Leave a Reply