INFO NABIRE
Home » Blog » Persoalan Undangan Memilih (C6) Jadi Pemicu Rendahnya Jumlah Pemilih Pilgub Papua Di Nabire

Persoalan Undangan Memilih (C6) Jadi Pemicu Rendahnya Jumlah Pemilih Pilgub Papua Di Nabire

Pelaksanaan Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018 di kabupaten Nabire sejauh ini berjalan aman sejak awal pencoblosan hingga perhitungan suara di tingkat TPS. Walaupun berjalan aman, namun bukan tanpa persoalan.

Ada beberapa hal penting yang dikeluhkan warga masyarakat di Nabire terkait pelaksanaan Pilgub Papua 2018 di Nabire, yakni persoalan Formulir C6 (undangan memilih), serta jumlah suara yang tidak sesuai kenyataan di lapangan.

Isue terkait formulir C6 telah berlangsung sejak H-2 jelang pencoblosan. Problem yang dikeluhkan warga Nabire diantaranya tidak adanya formulir C6 yang dibagikan kepada mereka, lalu penulisan nama yang salah di formulir tersebut, dan formulir yang diterima lebih dari 1 formulir.

Buntut dari persoalan ini, banyak warga Nabire yang tidak pergi melakukan pencoblosan walaupun sudah dihimbau untuk mencoblos menggunakan KTP Elektronik.

Disamping itu warga juga enggan ke TPS karena mereka tidak tahu dimana lokasi TPS mereka berada, karena lokasi TPS biasanya tertera pada formulir C6 tersebut.

Dan yang sering terjadi yakni nama yang tertera di formulir C6 yang diterima warga, tidak sesuai dengan nama warga tersebut.

Akibatnya, banyak warga Nabire yang tidak hadir pada saat pencoblosan di TPS. Nabire.Net sendiri menelusuri sejumlah TPS di kota Nabire dan memang terlihat di sejumlah TPS, warga tidak terlalu antusias melakukan pencoblosan ditandai dengan sepinya TPS.

Anehnya ada beberapa TPS yang dari hasil perhitungan suaranya terkesan ramai dilihat dari banyaknya jumlah pemilih, padahal kondisi riilnya tidak seperti demikian.

Sementara itu, Pejabat Gubernur Papua, Soedarmo, juga menyayangkan rendahnya partisipasi masyarakat pada Pilkada kali ini. Seperti dilansir dari kantor berita Antara, Soedarmo mengatakan rendahnya partisipasi masyarakat tersebut lebih disebabkan ketidaksinkronan Data Pemilih Tetap (DPT) yang dikeluarkan KPU RI dengan data penduduk yang tinggal di sekitar Tempat Pemungutan Suara (TPS).

Menurut dia banyak warga yang namanya tidak terdaftar di TPS terdekat dengan tempat tinggalnya, hal tersebut yang membuat masyarakat enggan datang ke TPS.

Soedarmo pun enggan menyalahkan KPU sebagai penyelenggara pilkada dan berharap Pilkada 2018 berjalan dengan lancar.

Pemilihan Gubernur dan Wakil Gubernur Papua 2018 diikuti oleh dua pasangan calon, Lukas Enembe-Kelemen Tinal dan Jhon Wmpi Wetipo-Habel Melkias Suwae. Jumlah DPT Pilkada Papua adalah 3,4 juta jiwa dengan total TPS mencapai 922 TPS.

Sementara di Nabire, DPT Pilgub Papua 2018 sebanyak 174.044 pemilih yang tersebar di 334 TPS di 15 Distrik yang ada di kabupaten Nabire.

[Nabire.Net]



Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.