Penerbangan di Bandara Nabire Tetap Normal Pasca Insiden Smart Air
Nabire, 29 Januari 2026 – Aktivitas penerbangan di Bandara Douw Aturure Nabire tetap berjalan normal pasca insiden pesawat Smart Air rute Nabire–Kaimana yang melakukan pendaratan darurat di bibir pantai Bandara Nabire, Selasa (27/1) siang.
Kepala UPBU Kelas II Douw Aturure Nabire, Benyamin Noach Apituley, saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Kamis (29/1), memastikan insiden tersebut tidak berdampak pada operasional bandara maupun jadwal penerbangan dari dan ke Nabire.
“Untuk penerbangan dari Nabire tidak terjadi perubahan karena tidak ada gangguan terhadap fasilitas bandara,” ujar Benyamin.
Ia menjelaskan, penerbangan rute Nabire–Kaimana juga tetap beroperasi normal. Maskapai Smart Air telah menyiapkan pesawat pengganti sehingga jadwal penerbangan ke Kaimana tetap berjalan dua kali dalam seminggu, yakni setiap hari Selasa dan Sabtu.
Menurut Benyamin, seluruh aktivitas bandara hingga saat ini berjalan seperti biasa. Dalam sehari, Bandara Douw Aturure Nabire melayani rata-rata sekitar 50 pergerakan pesawat, baik kedatangan maupun keberangkatan.
Saat ini, terdapat delapan maskapai yang beroperasi di Bandara Nabire, yakni Sriwijaya Air, Wings Air, Tariku Air, Smart Air, Revan Air, Ama Air, Mission Aviation Fellowship (MAF), dan Dabi Air.
Terkait insiden pendaratan darurat pesawat Smart Air, pihak bandara masih menunggu hasil investigasi dari Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT). Hasil investigasi tersebut nantinya akan ditindaklanjuti oleh pihak terkait, baik Smart Air maupun maskapai lainnya, guna mencegah terulangnya kejadian serupa.
Benyamin menegaskan, seluruh proses penanganan darurat telah dilaksanakan sesuai dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) yang berlaku.
“Semua SOP sudah dijalankan. Sejak kejadian di ujung landasan, seluruh penanganan dilakukan oleh petugas bandara sesuai dokumen SOP bandara,” tegasnya.
Selain itu, pihak bandara terus melakukan koordinasi serta pembaruan informasi cuaca secara rutin dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan penerbangan di Bandara Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply