Pemuda Siriwo Desak Pemerintah Hentikan Aktivitas Perusahaan Ilegal di Hulu Sungai Siriwo
Nabire, 14 November 2025 – Kabut tipis menyelimuti Distrik Siriwo ketika tim investigasi meninjau pertemuan tiga sungai: Kali Batu, Kali Usir, dan Kali Yanda. Dua dari tiga aliran sungai terlihat keruh, memunculkan dugaan kuat adanya aktivitas ilegal di wilayah hulu Sungai Siriwo.
Melkias, tokoh pemuda Siriwo, mendesak pemerintah daerah segera mengungkap kebenaran terkait keberadaan perusahaan yang diduga beroperasi tanpa izin dan tanpa persetujuan masyarakat adat.
“Tanah dan sungai Siriwo bukan milik segelintir orang, tapi milik seluruh masyarakat adat,” tegasnya.
Warga setempat mengaku sering melihat alat berat keluar masuk kawasan hulu. Dugaan pembukaan jalan dan aktivitas eksplorasi pun semakin menguat, meski hingga kini belum ada kejelasan mengenai perizinan dari pemerintah. Masyarakat menilai ada oknum yang bertindak sepihak tanpa proses resmi.
Kerusakan lingkungan mulai tampak jelas: air sungai berubah warna, hutan terbuka, dan sejumlah titik memperlihatkan kondisi tanah yang mulai gundul.
“Kami tidak menolak investasi, tapi kami menolak perusahaan ilegal yang merusak tanah adat,” tambah Melkias.
Para pemuda dan tokoh adat Siriwo mendesak Pemkab Nabire serta aparat penegak hukum untuk segera bertindak tegas dan transparan. Mereka khawatir, jika situasi dibiarkan berlarut-larut, potensi konflik sosial di wilayah Siriwo akan semakin membesar.
Sungai Siriwo bukan hanya sumber air, tetapi juga nadi kehidupan dan identitas masyarakat adat yang harus dijaga bersama.
[Nabire.Net/Dogomo]


Leave a Reply