Pemprov Papua Tengah Ajak Lintas Sektor Bersatu Wujudkan Eliminasi Malaria Hingga ke Kampung

Nabire, 2 Agustus 2025 – Pemerintah Provinsi Papua Tengah secara resmi menutup rangkaian kegiatan Deklarasi Eliminasi Malaria Provinsi Papua Tengah dengan tema “Bersatu Mewujudkan Papua Tengah Bebas Malaria”, yang berlangsung di Ballroom, Jumat (1/8/2025).
Penutupan acara dilakukan oleh Sekretaris Daerah Provinsi Papua Tengah. Dalam sambutannya, Sekda menegaskan bahwa deklarasi ini merupakan komitmen moral dan langkah kolektif demi masa depan generasi Papua Tengah yang lebih sehat dan sejahtera.
“Kita tidak ingin satu pun anak Papua kehilangan masa depan hanya karena seekor nyamuk,” tegas Sekda. Ia menambahkan bahwa malaria bukan sekadar penyakit, melainkan simbol ketimpangan dan keterbatasan akses layanan dasar di wilayah Papua.
Menurutnya, di balik setiap kasus malaria terdapat dampak sosial yang besar—anak yang tidak bisa sekolah, ibu yang kehilangan tenaga untuk mengurus keluarga, dan kepala keluarga yang kehilangan produktivitas. “Ada harapan dan impian yang tertunda,” ujarnya.
Deklarasi ini juga menekankan pentingnya kerja lintas sektor dan lintas batas, termasuk perencanaan pembangunan rumah sehat, edukasi melalui kurikulum sekolah, serta peningkatan mutu layanan kesehatan. Sekda menitipkan harapan besar kepada tenaga kesehatan agar memastikan deteksi dini berjalan dan edukasi masyarakat semakin efektif.
Dalam kesempatan tersebut, Sekda juga menyampaikan bahwa pada 6–7 Agustus mendatang, Gubernur Papua Tengah bersama tim akan mengunjungi Sinak dan Gome untuk bertemu langsung dengan masyarakat yang tengah mengungsi. “Kita ingin kehadiran pemerintah tidak hanya tertulis dalam laporan, tapi benar-benar terasa nyata,” katanya.
Sekda optimistis bahwa dengan kolaborasi lintas sektor, Papua Tengah dapat mencapai target eliminasi malaria lebih cepat dari target nasional.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply