INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Pemkab Mimika Komitmen Tekan Stunting Hingga 5 Persen di Tahun 2045

Pemkab Mimika Komitmen Tekan Stunting Hingga 5 Persen di Tahun 2045

Mimika, 23 September 2025 – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Mimika melalui Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) menggelar rapat koordinasi sekaligus peningkatan kapasitas Tim Percepatan, Pencegahan dan Penurunan Stunting (TP3S). Kegiatan ini membahas simulasi analisa data Bina Bangda di Kabupaten Mimika dengan pendampingan project PASTI-Papua, Selasa (24/9/2025).

Acara yang berlangsung di Ballroom Hotel Horison Diana, Jalan Budi Utomo ini dibuka oleh Wakil Bupati Mimika, Emanuel Kemong, dan dihadiri para pimpinan OPD, perwakilan PT Freeport Indonesia (PTFI), perwakilan YPMAK, Yayasan Wahana Visi Indonesia (WVI), serta mitra pembangunan lainnya.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Emanuel Kemong menegaskan bahwa stunting masih menjadi tantangan besar pembangunan SDM di Indonesia, termasuk di Kabupaten Mimika. Menurutnya, kondisi gagal tumbuh akibat kekurangan gizi kronis tidak hanya berpengaruh pada kesehatan fisik anak, tetapi juga berdampak pada perkembangan kognitif, produktivitas, dan kualitas generasi penerus bangsa.

“Pemerintah berkomitmen menurunkan angka stunting menjadi 14,4 persen pada 2029, dan terus ditekan hingga 5 persen pada tahun 2045 sebagaimana tertuang dalam RPJPN. Target ini membutuhkan kerja keras, koordinasi, dan kolaborasi semua pihak,” tegas Emanuel.

Ia menjelaskan bahwa Kabupaten Mimika telah membentuk TP3S yang bertugas menyusun rencana aksi, memantau pelaksanaan, serta memastikan keterpaduan intervensi lintas sektor. Namun, masih terdapat berbagai tantangan seperti koordinasi yang belum optimal, pemanfaatan data yang terbatas, hingga pelaksanaan kegiatan yang belum merata di tingkat distrik dan kampung.

Melalui rapat koordinasi ini, ada tiga poin penting yang ingin dicapai:

  1. Meningkatkan kapasitas TP3S dalam menganalisis data hingga tingkat distrik dengan dukungan project PASTI-Papua.

  2. Memperkuat koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar intervensi lebih efektif dan tepat sasaran.

  3. Mendorong sinergi pemerintah, swasta, lembaga masyarakat, dan mitra pembangunan untuk mempercepat penurunan stunting di Mimika.

Emanuel optimistis, dengan semangat kebersamaan dan gotong royong, target percepatan penurunan stunting di Mimika dapat tercapai. Ia juga menyampaikan apresiasi atas dukungan mitra pembangunan seperti WVI melalui project PASTI-Papua, PT Freeport Indonesia, dan YPMAK yang dinilai menjadi kekuatan besar dalam mendukung program pemerintah.

“Jika kita bersatu, saya yakin Mimika bisa menjadi contoh daerah yang berhasil menekan angka stunting dan melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan produktif,” pungkasnya.

[Nabire.Net/Yosef Doo]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.