Pangkalan TNI AL Nabire Ajak Nelayan Tak Lagi Gunakan Bahan Peledak dan Alat Tangkap Merusak Lainnya

Nabire, Pangkalan TNI AL Nabire membangun keberadaban dengan cara hidup berdamai dengan alam untuk menjamin keberlangsungan kehidupan anak cucu kita serta menjaga surga kecil yang jatuh ke bumi ini.
Pangkalan TNI AL Nabire mengajak seluruh komponen masyarakat Propinsi Papua Tengah khususnya di Kabupaten Nabire, mewujudkan pemanfaatan sumber daya ikan yang bertanggung jawab dan peduli lingkungan, sesuai Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan Nomor 71/PERMEN-KP/2016 tentang jalur penangkapan ikan dan penempatan alat penangkapan ikan di wilayah pengelolaan perikanan negara Republik Indonesia, yang salah satunya mengatur mengenai alat penangkapan ikan yang mengganggu dan merusak.
“Pangkalan TNI AL Nabire mengajak nelayan kabupaten Nabire untuk tidak lagi menggunakan bahan peledak dan alat tangkap merusak lainnya,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Nabire, Mayor Laut (KH) Dominikus Tedju, Kamis (22/12/2022).
Dikatakan Mayor Laut (KH) Dominikus Tedju, hal ini dalam rangka membangun keberadapan dalam edukasi penanggulangan destructive fishing di kampung nelayan Kabupaten Nabire.
Kegiatan kampanye keberadaban dalam edukasi penanggulangan destructive fishing dimaksudkan untuk menumbuhkan pemahaman dan kesadaran para nelayan di Kabupaten Nabire sehingga tumbuh rasa memiliki dan mencintai laut.
Dengan begitu, diharapkan masyarakat khususnya pemuda-pemudi Kabupaten Nabire agar dapat terus menjaga lautnya tetap lestari, salah satunya dengan tidak melakukan penangkapan ikan dengan bom dan racun ikan.
Kegiatan operasi pengawasan destructive fishing di perairan Teluk Cendrawasih akan ditindak tegas oleh petugas dalam operasi pengawasan yang dilakukan berupa pemeriksaan kapal-kapal penangkap ikan, mulai dari pemeriksaan dokumen perizinan, alat tangkap, ikan hasil tangkapan, hingga ruang-ruang kapal untuk mencari keberadaan benda-benda yang berkaitan dengan destructive fishing.
Sosialisasi secara lisan juga dilakukan di rumah, kampung nelayan maupun pemasangan himbauan “Lautku Bebas Bom Ikan” di kapal-kapal penangkap ikan dan rumah nelayan setempat.
Kegiatan operasi pengawasan destructive fishing di perairan Teluk Cendrawasih juga dilakukan dengan melibatkan TNI AL, Polairud , KKP kab Nabire, Perguruan Tinggi Uswim Nabire, Taman Nasional Teluk Cendrawasih serta masyarakat dalam operasi pengawasan yang dilakukan berupa pemeriksaan kapal, perahu penangkap ikan, mulai dari pemeriksaan dokumen perizinan, alat tangkap, ikan hasil tangkapan, hingga benda-benda yang berkaitan dengan destructive fishing.
“Berbagai upaya tersebut didukung oleh Pemerintah Daerah dan masyarakat nelayan secara nyata yang diwujudkan dengan peran aktif dari seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Nabire,” pungkas Komandan Pangkalan TNI AL Nabire, Mayor Laut (KH) Dominikus Tedju.
[Nabire.Net]






Leave a Reply