INFO PAPUA
Home » Blog » Omzet Menurun, Penjual Cendol Dawet di Sentani Berharap Covid-19 Cepat Berlalu

Omzet Menurun, Penjual Cendol Dawet di Sentani Berharap Covid-19 Cepat Berlalu

(Penjual cendol dawet)



Jayapura – Artikel ini untuk sobat ambyar Didi Kempot penggemar cendol dawet di Papua. Pagi pukul tujuh, di tepi jalan raya Sentani, sudah mangkal gerobak dengan hiasan semar. Itulah gerobak penjual cendol dawet. Ternyata cendol dawet sangat digemari di Sentani.

Tidak hanya di Sentani, penjual cendol dawet juga bisa dijumpai di Nabire. Jika ditelusuri lebih jauh, cendol dawet juga dijumpai di Suriname, Amerika Selatan dan Kaledonia Baru, Pasifik Selatan. Di kedua negara tersebut memang banyak komunitas Jawa.

Salah satu penjual cendol dawet di Sentani, Rian, asal Temanggung, Jawa Tengah, bercerita omzet jualan cendol dawetnya selama pandemi covid-19 berkurang banyak, apalagi dengan adanya jam pembatasan aktivitas di luar rumah. Aktivitas di luar rumah di Sentani berlangsung pukul 06.00 pagi hingga 14.00 siang.

Menurut Rian, saat ini terjadi perubahan pola berjualan di Sentani. Misalnya saja, temannya dari Tegal yang biasanya berjualan martabak pada petang hingga malam hari, sejak pandemi covid-19, pagi-pagi sekali sudah berjualan.

Selain itu es kelapa muda yang biasanya dijual siang hari sebagai pelapas dahaga, saat ini, pagi-pagi sudah ada yang berjualan. Begitu juga mie ayam, bakso, pada pagi hari, warungnya sudah buka.

Rian dan teman-temannya sesama pedagang kaki lima di Sentani, berharap pandemi covid-19 segera berakhir dan ekonomi kembali pulih. Yang pasti ketika pandemi covid berakhir, konsumen tidak akan mendapati lagi penjual martabak berjualan pada pagi hari.

[Nabire.Net/Hari Suroto]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.