INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Nama Disebut dalam Berita Penangkapan DPO KKB, Kepala BPMK Intan Jaya Polisikan Dua Media Online

Nama Disebut dalam Berita Penangkapan DPO KKB, Kepala BPMK Intan Jaya Polisikan Dua Media Online

(Kepala BPMK Intan Jaya, Yoyakim Mujizau)

Nabire, 12 Juni 2025 – Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat Kampung (BPMK) Kabupaten Intan Jaya, Yoyakim Mujizau, melaporkan dua media online, TribunPapuaTengah.com dan Nabirenews.com, ke Kepolisian Daerah (Polda) Papua Tengah, Kamis siang (12/06/2025).

Laporan tersebut dilayangkan lantaran kedua media tersebut diduga mencemarkan nama baik dan menuliskan pemberitaan tanpa konfirmasi terlebih dahulu. Dalam berita yang dimuat oleh kedua media, Yoyakim disebut namanya secara langsung dalam konteks penangkapan seorang DPO Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) bernama Yekis Wanimbo di Mimika.

Judul berita TribunPapuaTengah.com berbunyi “DPO KKB Puncak Yekis Wanimbo Ditangkap di Mimika, Pistol Revolver Buatan Pindad Disita Aparat”, sedangkan Nabirenews.com memuat judul “Satgas Damai Cartenz Tangkap DPO KKB Yekis Wanimbo di Mimika”. Dalam isi berita disebutkan bahwa tersangka hendak menemui seseorang bernama Yoyakim Mujizau, yang disebut sedang dalam penyelidikan.

“Saya tidak pernah dikonfirmasi sebelumnya, dan tiba-tiba nama saya dicantumkan secara lengkap tanpa inisial, bahkan disebut sedang dalam penyelidikan. Ini sangat merugikan saya secara pribadi maupun profesional,” tegas Yoyakim melalui pesan WhatsApp kepada Nabire.Net, Kamis (12/06).

Yoyakim mengaku melaporkan kedua media ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Papua Tengah, bukan ke Polres Nabire atau Polres Intan Jaya, karena wilayah pemberitaan dan keberadaan media tersebut masuk dalam yurisdiksi Polda Papua Tengah.

Ia juga menyatakan bahwa pemberitaan tersebut bisa berdampak buruk terhadap reputasinya sebagai pejabat publik, mengingat saat ini dirinya menjabat sebagai Kepala BPMK Kabupaten Intan Jaya sekaligus Ketua Tim Mediasi Konflik Bersenjata dalam rangka penegakan hukum oleh TNI/Polri di wilayah tersebut.

“Kalau memang saya akan dimintai keterangan terkait kasus ini, saya siap hadir dan kooperatif. Tapi pemberitaan seperti ini jelas telah mendahului proses hukum dan menggiring opini publik seolah-olah saya terlibat dalam kasus jual beli senjata,” jelas Yoyakim.

Menurutnya, media seharusnya mengedepankan prinsip jurnalisme profesional dan etika pemberitaan dengan melakukan konfirmasi terlebih dahulu, apalagi jika menyebut nama seseorang secara gamblang.

“Saya minta pertanggungjawaban dan pemulihan nama baik saya, karena pemberitaan ini telah mencoreng nama saya dan keluarga saya, padahal saya merasa tidak melakukan kesalahan apa pun,” tutupnya.

*Berita ini telah dikonfirmasi oleh Nabire.Net ke media yang bersangkutan 

[Nabire.Net]

Post Related