INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Meriahnya Festival Kemerdekaan ke-78, Freeport Indonesia Gelar Parade Budaya

Meriahnya Festival Kemerdekaan ke-78, Freeport Indonesia Gelar Parade Budaya

Meriahnya Festival Kemerdekaan ke-78, Freeport Indonesia Gelar Parade Budaya
(Meriahnya Festival Kemerdekaan ke-78, Freeport Indonesia Gelar Parade Budaya)

Mimika, Dalam rangka memeriahkan HUT Kemerdekaan RI ke-78, PT. Freeport Indonesia mengadakan Festival Kemerdekaan RI ke-78 yang diisi dengan berbagai acara.

Kegiatan ini dilaksanakan pada hari Sabtu (19/08/2023), mulai pukul 07.30 WIT. Sejumlah acara dilaksanakan mulai dari pemugaran patung kamoro di bundaran kuala kencana, parade mobil hias dan karnaval pakaian adat hingga konser musik yang dimeriahkan oleh artis nasional, Marcell.

Dalam kesempatan tersebut, awak media mewawancarai Direktur dan Eksekutif Vice President (EVP) Sustainable Development PTFI, Claus Wamafma.

Dikatakan Claus Wamafma, perayaan hari ini begitu inklusif dan melibatkan semua masyarakat, semua warga Kuala Kencana tetapi juga dari Timika.

“Kita buka acara pagi ini dengan proses pergantian patung ornamen di Kuala Kencana. Patung ini dipasang hampir 28 tahun yang lalu. Patung ini perlu diperbaharui dengan pergantian patung dengan ritual dari masyarakat asli di Timika (masyarakat Kamoro). Ini sekaligus menunjukkan komitmen dari Freeport untuk terus mendukung pengembangan budaya masyarakat Amungme dan Kamoro”, tutur Claus Wamafma.

Claus Wamafma mengatakan, masyarakat Kamoro, identik dengan seni dan budaya dan sangat ekspresif dengan hal-hal berbau seni budaya. “Di Kamoro, budaya mematung adalah budaya heritage atau turun temurun, tapi tidak semua orang Kamoro bisa mematung. Ini menjadi concern dari Freeport untuk terus menjaga budaya yang luhur dan luar biasa dari orang Kamoro agar bisa terus dilestarikan. Ini menjadi suatu tujuan dari program-program investasi sosial PT. Freeport Indonesia”.

Lebih lanjut, Claus Wamafma terkesan dengan parade budaya yang dilaksanakan dengan melibatkan budaya dari Aceh sampai Papua, baik Papua Tengah, Papua Selatan, Papua Pegunungan maupun Papua Induk. Ini gambaran sebenarnya PT. Freeport Indonesia mendemonstrasikan bagaimana inklusifitas dan pluralisme menjadi nilai dari PT. Freeport Indonesia.

“Harapan kedepan, kita terus jaga persatuan dan kekompakan di PT. Freeport tetapi juga sebagai warga bangsa. Kita juga berharap perayaan-perayaan HUT RI maupun perayaan lainnya di Freeport lebih inklusif, masyarakat lebih terlibat, semua komunitas terlibat, sehingga ini menjadi milik bersama. Kita beroperasi karena kita kompak. Kita bisa beroperasi dan ada karena kita bersatu”, pungkas Claus Wamafma.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.