INFO NABIRE
Home » Blog » Komunitas Enaimo Keita Pelajar Mahasiswa Dapuwamo Nabire Gelar Diskusi

Komunitas Enaimo Keita Pelajar Mahasiswa Dapuwamo Nabire Gelar Diskusi

(Komunitas Enaimo Keita Pelajar Mahasiswa Dapuwamo Nabire Gelar Diskusi)

Nabire – Komunitas Enaimo Keitai Pelajar Mahasiswa Dapuwamo kota studi Nabire telah melakukan diskusi, bertempat di Pantai Unggul Waroki Nabire Barat, senin (24/08).

Diskusi ini merupakan tindak lanjut dari kesepakatan diskusi sebelumnya. Diskusi terbuka ini mengambil topik ‘Cara Beradaptasi di Lingkungan Sekitar Rumah, Sekolah Gereja dan Organisasi, dengan pemateri Martinus Dumupa.

Dijelaskan Martinus Dumupa, adaptasi itu sangat penting dan perlu dilakukan dimanapun kita berada. Dan hal itu perlu dipahami oleh generasi muda.

Usai penyampaian materi, dilakukan diskusi tanya jawab. Berikut hasil diskusi dan tanya jawab tersebut :

1. Masukkan dari Jermias Dumupa adalah bahwa; ( a ),sebelum masuk pada Masukannya dia berterima kasih kepada Martinus Dumupa yang mana dia menarokan Topik dan membawa mereka ke Pantai ( b ),Cara beradaptasi itu sepertinya dalam organisasi.

2. Masukkan dari Elias Douw adalah bahwa; ( a ), cara beradaptasi dilingkungan adalah pergaulan itu harus dimeluas lebarkan ( b ), dalam beradaptasi dilingkungan juga banyak pengaruh jadi kita harus pintar-pintar menilai pengaruh tidak baik itu ( c ),kita datang dari pedalaman jauh itu,agar kita mau belajar dan mencari ilmu dan pengalaman selagi kita bangku pendidikan jadi belajar yang baik dan efektif itu penting.

3. Masukkan dari Mozes Dumupa adalah bahwa;( a ),kita dari kampung halaman datang ke kota mau belajar Organisasi dan pendidikan jadi kita harus banyak belajar berorganisasi, melalui itu kita juga diwajibkan untuk belajar beradaptasi dengan perubahan sekitar kita.

4. Masukkan dari Yohan Keiya adalah bahwa; ( a), cara untuk kita bergaul itu, harus bergaul dengan orang-orang yang kami belum kenal atau beda Kampung,beda kabupeten, dan juga beda Suku Bangsa.

5. Masukkan dari Saudara Melian Keiya adalah ( a ), sebelum beradaptasi dengan lingkungan harus perlu belajar dan mantapkan cara berbahasa pergaulan dulu ( b ),jika kita mau bergaul harus sebelumnya kita mantapkan fisik dan mental dulu.

6. Masukkan dari Natalis Mote adalah bahwa; ( a ), kita semua lahir dan utusan dari Orang Tua Kampung Pedalaman maka perlu belajar banyak ( a ), baku menghargai itu sangat penting, Belajar dan ikut terlibat dalam organisasi itu juga penting ( c ),cara beradaptasi itu seperti,Senyum, Salom sapa,jaga nama baik dan sebagainya.

7 .Masukkan dari Saudara Andreas Dumupa adalah bahwa; ( a ),cara beradaptasi itu banyak hal seperti contohnya didalam sebuah Rumah kan banyak Alat-alat jadi kita harus mengetahui dan mengenal semua alat-alat atau bahan-bahan yang ada didalam Rumah itu ( b),jika kita mau dapat ilmu pengetahuan atau sesuatu itu kita harus mencari dan menanyakan kepada kita punya kakak-kakak senior serutama ilmu tentang Cara beradaptasi dilingkungan sekitar kita.

8.Masukkan dari Saudara Sepinus keiya adalah bahwa; ( a ) setiap orang tua kita yang ada di kampung, sebelum kita turun atau kita meninggalkan mereka untuk kita turun ke kota pasti mereka kasih menasehati, Memotivasikan, dan mendorong kita bersifat kata-kata Nasehat jadi semua Kata-kata mereka itu ingat terus sampai kita sukses tujuan kita( B ), kita yang sedang ada Semua adalah Seorang pelajar dan mahasiswa maka kita perlu mematahui aturan-aturan dari Rumah,dari sekolah atau dari kampusdari Gereja dan dari Organisasi karena menuruti atau mematahui aturan-aturan itu juga bagian dari kita beradaptasi dilingkungan.

Diskusi ditutup dengan kesimpulan oleh Martinus Dumupa sebagai berikut :

1.Ramah dan murah senyum
Saat berada di lingkungan baru lebih baik jangan pernah menunjukkan sikap yang sombong dan acuh. Saat bersikap seperti itu tentu saja orang lain akan malas mengajak berkenalan. Lebih baik cobalah untuk bersikap ramah kepada setiap orang dan murah senyum. Saat melihat wajah kita yang murah senyum, orang lain pasti akan merasa kita adalah orang yang nyaman untuk diajak bicara.

2. Mau memulai percakapan
Agar bisa cepat beradaptasi dengan lingkungan baru, jangan malu-malu untuk mengajak orang lain bicara. Kita harus mau berinisiatif untuk memulai percakapan dan bersikap hangat kepada orang lain. Sapa mereka atau ajak mengobrol seputar hal-hal yang ringan untuk memulai percakapan. Jangan jadi orang yang acuh dan dingin karena sikap itu akan membuat kita dijauhi orang lain di lingkungan yang baru.

3. Bersikap seperti diri sendiri
Hal lain yang harus diingat saat ada di lingkungan baru ialah selalu menjadi diri sendiri. Jangan pernah berpura-pura seperti orang lain hanya untuk mencari perhatian sebab jika mereka akhirnya tahu mengenai diri kita yang sebenarnya, nantinya mereka bisa tak menghargai kita lagi. Jadi, tetaplah percaya untuk menjadi diri sendiri saat mulai berinteraksi dengan orang lain di sebuah lingkungan baru.

4. Berpikiran terbuka
Saat berada di sebuah lingkungan baru tentunya kita juga harus bisa berpikiran terbuka dan menerima segala perbedaan. Jika ada aturan baru yang membuat kaget, maka kita harus menerimanya dan tak perlu mempermasalahkannya. Apabila hanya selalu mempermasalahkan mengenai aturan atau kebiasaan di tempat yang baru maka kita akan merasa kesulitan beradaptasi. Jadi, lebih baik mencoba menjadi seseorang yang berpikiran terbuka sehingga bisa lebih cepat menerima kebiasaan itu dan mudah beradaptasi.

Selanjutnya untuk penutupan dilanjutkan dengan Doa penutup, dipimpin oleh Sepinus keiya.dan dilanjutkan dengan main bola kaki di lapangan Samping Lautan Mereka bermain Bola kaki juga senior lawan junior.

*Penulis, Martinus Emogebeu Dumupa

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.