INFO NABIRE
Home » Blog » Kegiatan Pembinaan Wanita Bijak Jemaat GKIP Klasis Nabire

Kegiatan Pembinaan Wanita Bijak Jemaat GKIP Klasis Nabire

b

Ibu-ibu Gereja Kemah Injil (Kingmi) di Tanah Papua (GKIP) Klasis Nabire menggelar sosialiasasi Wanita Bijak, melalui kegiatan sosialisasi dalam organisasi Gereja maupun di dalam Rumah Tangga (RT) terpenting perempuan harus dibina terus dalam kegiatan -kegiatan  seperti ini.

Pada penjelsannya, Ketua Perintis Wanita Bijak Daerah Mee Pago, Dra. Frederika Kayame, M. Pd, K, selama ini terlalu menonjol kekerasan dalam Rumah tangga maka dipandang penting dimuka publik kami sebagai perempuan tidak mendiam diri tetapi belajar menjadi wanita yang bijak. Wanita bijak adalah wanita yang menerapkan dalam kehidupan sehari-hari guna menjalankan tugas dan wewenan sebagai ibu Rumah tangga sesuai dengan amanat Tuhan Allah sebagaimana diberikan kepada wanita untuk menghindari kehancuran Rumah tangga.

“Dalam kehidupan kekeluargaan kita sebagai wanita perlu dibina melalui kegiatan -kegiatan seperti yang kami sedang laksanakan,” ucapnya di halaman Gereja Efata Karang Tumartis Nabire, Papua (19/05/16).

Lanjutnya, mengingat dengan kegiatan sosialisasi wanita bijak ini penting bagi kami para wanita maka jumlah peserta yang hadir sebanyak 87 peserta/ibu-ibu yang ikut sertakan. Kegiatan sosialisasi wanita bijak ini lanjut Kayame  perlu dibina dan selanjutnya setiap tahun diadakan sebagai mana mestinya, sekarang ini kami panitia melibatkan hanya jemaat Efata saja. Kami tidak melibatkan gereja lain selain Jemaat Efata maupun dominasi Gereja lain tetapi kami laksanakan.

“Selanjutnya kami tim perintis dan panitia wanita bijak rencanakan kegiatan tersebut akan kami laksanakan di seluruh Daerah Mee Pago, nantinya akan adakan kegiatan tersebut ini dengan kami memberikan nama kegiatangnya (GEBOU) Rumah Perempuan,” jelasnya.

Dalam rumah perempuan tersebut itu melayani tentang masalah-masalah perempuan, nantinya akan diadakan beberapa kabupaten di Mee pago yakni Nabire, Dogiyai, Deiyai, Paniai, dan Intan Jaya. Apapun yang terjadinya rumah itu adalah rumah singga bagi para wanita setiap ibu-ibu punya masalah kami siap layani. Rumah yang kami bangun nanti setelah itu kami akan kembalikan ke keluarganya, kami nampun masalah dalam rumah itu anak-anak, remaja, pemudi, dan ibu-ibu yang sudah berkeluarga kami akan layani.

“Kami tidak membedakan siapun dia jadi dalam rumah itu kami mau membina karakter mereka itu tujuan kami membangun rumah Gabou itu katanya,” ungkapnya.

Kami tim perintis membentuk kegiatan ini berdasarkan Visi dan Misi. Visi yang kami paparkan ada tiga topik yakni Unik, Fungsi dan Teladan dan Misi adalah membina wanita dari berbagai kelompok usia untuk menjadi teladan bagi wanita lain, pembinaan ini mencangkup dalam kelompok usia wanita muda yang belum menika jadi semua wanita kami merangkul.

“Kami berdasarkan dengan motto kokoh yakni Murid kristus adalah wanita yang bisa menyadari keunikannya agar menjadi teladan bagi banyak umat dan tidak membeda-bedakan dominasi Gereja, Agama, Sukuu, dan Bangsa,” harapnya.

Perempuan yang bijak mendirikan rumah tangga yang kokoh tetapi wanita yang bodoh meruntukan dengan tangannya sediri dibalik setiap suami yang berhasil karena adanya istri yang bijak dalam rumah tangga.

(T.B)

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.