INFO NABIRE
Home » Blog » Kasus Kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P, Sudah 38 Saksi Diperiksa Polres Nabire

Kasus Kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P, Sudah 38 Saksi Diperiksa Polres Nabire

Kasus Kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P, Sudah 38 Saksi Diperiksa Polres Nabire
(dr. Mawartih Susanty, Sp.P)

Nabire, Kasus kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P., yang dinilai tidak wajar, menjadi perhatian banyak pihak, salah satunya Menteri Kesehatan RI, Budi Sadikin, yang meminta kepada pihak kepolisian untuk mengusut tuntas kasus ini.

Hingga hari Kamis (16/03/2023), total sudah sebanyak 38 orang saksi yang diperiksa terkait kasus kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P.

Hal tersebut disampaikan oleh Kapolres Nabire, AKBP I Ketut Suarnaya, Kamis (16/03/2023).

Dijelaskan, jasad dr. Mawartih Susanty, Sp.P., ditemukan di rumah dinasnya pada tanggal 9 Maret 2023. Dan sudah 38 orang diperiksa sebagai saksi oleh Polres Nabire.

Diharapkan dari pemeriksaan para saksi-saksi tersebut, aparat kepolisian bisa mendapatkan keterangan yang berkesesuaian yang dapat menjadi petunjuk akurat dalam menetapkan pelaku.

Selain itu, sebanyak 3 orang anggota Polres Nabire dan dokter ahli dari RSUD Nabire sudah dikirim untuk membawa jenazah dr. Mawartih Susanty, Sp.P., dan mendampingi proses autopsi di Makassar.

Dalam kasus ini, disayangkan hanya ada 1 CCTV yang berada di lokasi kejadian.

Sementara itu, korban dr. Mawartih Susanty, Sp.P., juga memiliki sifat yang tertutup menurut pengakuan sejumlah saksi.

Disamping itu, handphone milik korban juga hilang. Namun pintu rumah korban tidak mengalami kerusakan serta banyak barang korban yang masih utuh.

Lanjut kata Kapolres Nabire, kondisi tempat kejadian perkara sudah rusak dikarenakan banyaknya warga yang masuk ke TKP sesaat setelah kejadian.

Terkait penyelidikan kasus kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P., dibutuhkan waktu 2 minggu untuk mendapat progress perkembangan kasus ini.

Sebagai informasi, dr. Mawartih Susanty, Sp.P, ditemukan meninggal dunia, Kamis (09/03/2023), dalam kondisi mulut berbusa dan tulang patah.

(Baca Juga : Dokter Mawar Ditemukan Meninggal di Kediamannya di Kompleks RSUD Nabire)

Almarhumah adalah satu-satunya dokter spesialis paru yang ada di Nabire.

(Baca Juga : Dokter Mawar Ditemukan Meninggal Dalam Kondisi Mulut Berbusa, Menkes RI Angkat Bicara)

Berbagai pihak hingga Kementerian Kesehatan RI, menyatakan turut berbela sungkawa dan meminta pihak kepolisian untuk menyelidiki kasus kematian dr. Mawartih Susanty, Sp.P.

[Nabire.Net/Wendy Eko]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.