INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kasus HIV/AIDS Papua Tengah Melonjak, Ketua KPA Provinsi Dorong Kabupaten Lebih Aktif Jemput Bola

Kasus HIV/AIDS Papua Tengah Melonjak, Ketua KPA Provinsi Dorong Kabupaten Lebih Aktif Jemput Bola

Nabire, 29 Januari 2026 – Ketua Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi Papua Tengah, Freny Anouw, menegaskan pentingnya peran aktif KPA tingkat kabupaten dalam menekan angka kasus HIV/AIDS yang terus meningkat di wilayah Papua Tengah.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, jumlah kasus HIV/AIDS hingga Desember 2025 capai 24.777 kasus. Angka ini dinilai memerlukan langkah penanganan yang lebih agresif dan terkoordinasi di seluruh kabupaten.

Hal tersebut disampaikan Freny Anouw saat diwawancarai Nabire.Net di ruang kerjanya, Kamis (29/1/2026). Ia menyebutkan bahwa KPA Provinsi Papua Tengah telah menjadwalkan rapat kerja (raker) pada Maret 2026 untuk mengaktifkan kembali program-program penanggulangan HIV/AIDS di tingkat provinsi dan kabupaten.

“Yang harus lebih berperan aktif adalah KPA kabupaten. Kita harapkan tidak hanya menunggu, tetapi berani menjemput bola,” ujar Freny.

Ia juga memberikan apresiasi kepada sejumlah kabupaten yang telah berjalan aktif melakukan pemeriksaan HIV/AIDS kepada masyarakat. Salah satu program prioritas KPA adalah mendorong seluruh masyarakat Papua Tengah untuk melakukan pemeriksaan HIV/AIDS guna memudahkan deteksi dini dan pencegahan penularan.

Selain pemeriksaan, KPA Provinsi Papua Tengah telah menyiapkan modul pembelajaran tentang bahaya HIV/AIDS yang ditargetkan mulai diberikan pada Juni–Juli 2026 kepada sekolah-sekolah di delapan kabupaten.

“Ini sangat penting bagi anak-anak yang sedang dalam masa perkembangan. Edukasi harus dimulai sejak dini,” jelasnya.

Tidak hanya di lingkungan sekolah, modul edukasi tersebut juga akan dibagikan ke gereja, masjid, dan tempat ibadah lainnya sebagai bagian dari upaya pencegahan berbasis komunitas dan keagamaan.

Freny menegaskan, apabila seluruh program berjalan maksimal, maka laju penyebaran virus HIV dapat ditekan secara signifikan. Ia pun mengajak seluruh KPA kabupaten untuk aktif mengajak masyarakat melakukan pemeriksaan.

“Sampaikan bahwa yang terkena harus diobati, yang belum mari kita cegah dan hidup baik,” tegasnya.

Dalam mendukung program KPA, pihak kepolisian dan Satpol PP juga siap terlibat, salah satunya dengan menertibkan dan menutup hiburan malam yang tidak memiliki izin resmi sesuai prosedur dan hukum yang berlaku.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.