Kapolda Papua : Sudah Saatnya Budaya Kekerasan Seperti Perang Suku Di Papua Ditinggalkan

Sudah saatnya masyarakat Papua mengakhiri budaya kekerasan, menghilangkan sifat kebencian dan perang antar suku, karena hal tersebut tidak bermanfaat justru hanya menambah korban sia-sia.
Hal itu diungkapkan Kapolda Papua, Irjen Pol Drs Paulus Waterpauw, saat menggelar tatap muka bersama unsur forkopimda dan warga kabupaten Nabire, senin 27 februari 2017 kemarin.
Kapolda Paulus Waterpauw juga menghimbau menyampaikan sudah saatnya masyarakat Papua yang dipelopori oleh para Kepala Suku, Tokoh Masyarakat Papua dan Tokoh Agama Papua serta para Pimpinan Daerah Asli Papua untuk mengakhiri budaya kekerasan, menghilangkan kebencian dan perang antar suku karena sudah banyak korban manusia yang sia-sia karena budaya ini.
Dengan tetap mempertahankan budaya ini masyarakat asli Papua akan habis. Budaya-Budaya Papua perlu dihormati dan dilestarikan, tapi untuk budaya perang antar suku harus segera dihilangkan dan diakhiri, masa sekarang adalah masa dimana segala sesuatu telah diatur dalam suatu norma kehidupan dan hukum negara, tidak saat nya lagi diselesaikan dengan perang.
Mengakhiri sambutannya Kapolda Papua menghimbau kepada seluruh Komponen Masyarakat untuk memperhatikan para generasi muda agar tidak rusak karena Miras dan Narkoba dengan memberikan pendidikan, pengawasan dan pembinaaan agar mampu mendapatkan lapangan pekerjaan, karena dengan banyaknya pengangguran adalah penyebab utama terjadinya tindakan-tindakan kekerasan seperti yang terjadi di Kab. Intan Jaya.
Kegiatan tatap muka ini dilanjutkan dengan forum tanya jawab anatara Kapolda dengan para tokoh agama dan kepala suku. Dan kegiatan ini dilaksanakan dengan tertib dan lancar.
(Pendam17Cen)


Leave a Reply