INFO NABIRE INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Kadinkes Papua Tengah : Ini 2 Isu Krusial Masalah Kesehatan yang Menjadi Fokus Penanganan Pemerintah

Kadinkes Papua Tengah : Ini 2 Isu Krusial Masalah Kesehatan yang Menjadi Fokus Penanganan Pemerintah

(Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr.Silwanus A. Sumule, dr. SpOG (K) Obginsos., MH.Kes, bersama Ketua Panitia Kegiatan, Stefen Mareku, S.Kep, Ns)

Nabire, Ini dua isu krusial menyangkut masalah kesehatan di Provinsi Papua Tengah yang menjadi fokus penanganan pemerintah yaitu Stunting dan Jaminan kesehatan.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr.Silwanus A. Sumule, dr. SpOG (K) Obginsos., MH.Kes, saat diwawancarai awak media di sela-sela kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-1 Provinsi Papua Tengah, Selasa (04/07/2023), bertempat di Aula Bethesda, Karang Mulia, Nabire, Papua Tengah.

(Baca Juga : Plh.Sekda Papua Tengah Buka Rapat Kerja Kesehatan Daerah ke-1 Provinsi Papua Tengah Tahun 2023)

Saat ditanyakan awak media, terkait isu krusial masalah kesehatan di Provinsi Papua Tengah yang menjadi fokus penanganan pemerintah, dijelaskan, ada 2 isu krusial yang mendapat penekanan dari Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah. Hal pertama menyangkut stunting dan hal kedua menyangkut jaminan kesehatan.

(Baca Juga : Pj.Gubernur Papua Tengah : Ada 6 Pilar Transformasi Kesehatan yang Harus Dijalankan)

“Kondisi dua hal ini telah dipresentasikan oleh Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah dalam pemaparan kinerja di Kemendagri dan itu menjadi hal yang harus dikerjakan di saat ini. Menyangkut soal jaminan kesehatan, ada target yang harus kita capai yaitu memastikan seluruh masyarakat Papua yang ada di Papua Tengah memiliki jaminan kesehatan. Yang kedua, seluruh OAP yang ber-KTP Papua Tengah mempunyai jaminan kesehatan sehingga pemerintayang dih telah menyiapkan dana sebesar 50.5 miliar rupiah yang digunakan untuk membayar premi kepada BPJS juga untuk rujukan yang digunakan untuk membiayai tidak hanya membayar premi yang harus dibayarkan kepada BPJS tetapi untuk rujukan rujukan pasien tidak hanya dari kabupaten ke provinsi tetapi juga antar Provinsi.

Sementara saat ditanyakan terkait kabupaten mana saja di Papua Tengah yang persoalan stuntingnya perlu segera ditangani pemerintah, dr.Silwanus A. Sumule, dr. SpOG (K) Obginsos., MH.Kes., menjelaskan,  ada 5 dari 8 Kabupaten yang memang ada masalah menyangkut stunting. Tetapi hal yang paling penting untuk menyangkut stunting yaitu bagaimana mempercepat penurunan angka stunting.

“Memang ada perbedaan yang antar kabupaten. Misalnya kabupaten Puncak Jaya di angka 40-an%, di beberapa kabupaten ada yang 20 ada yang 30%. Angka itu cukup tinggi bagi kami sehingga perlu langkah-langkah cepat. Langkah-langkah itu kita bagi untuk ibu hamil, balita dan batuta. Untuk ibu hamil pada kasus anemia, kita berikan obat tambah darah. Ibu hamil harus melakukan pemeriksaan dengan teratur. Bagi balita di bawah 2 tahun kita berikan makanan tambahan”, tutur Kadinkes Papua Tengah.

Lanjut kata Kadinkes, Provinsi Papua Tengah sudah memiliki Tim Percepatan untuk menurunkan angka stunting. Dan itu melibatkan seluruh stake holder di Provinsi dengan harapan ketika itu sudah terbentuk, itu bisa diikuti kabupaten-kabupaten di seluruh Provinsi Papua Tengah.

“Khusus menyangkut malaria, kami harus lebih mempercepat gerakan kami ini. Alat ukurnya adalah Annual Parasite Index. Angka kita di beberapa tempat di angka 100-an lebih seperti di Mimika. Tapi saya percaya kalau kita bekerja sama angka itu bisa kita capai”, lanjutnya.

Saat ditanyakan output yang ingin dicapai dalam kegiatan Rapat Kerja Kesehatan Daerah (Rakerkesda) ke-1 Provinsi Papua Tengah ini, Kadinkes mengatakan, pertama yang ingin dicapai adalah konsolidasi semua stake holder di kabupaten/kota. Yang kedua adalah akan ada Rakerkesda kedua di akhir bulan September dan yang ketiga di bulan November.

“Output dari sini adalah kita memantapkan, kita mengumpulkan seluruh data-data yang ada, kita menyiapkan perencanaan-perencanaan yang baik dalam rangka penyusunan DAK, penyusunan kegiatan-kegiatan Otsus. Kegiatan ini adalah lanjutan dari kegiatan Musrenbang dan Musrenbang Otsus. Harapan kita adalah terbentukanya Roadmap 3 tahun ke depan. Di bulan September besok, diharapkan Roadmap sudah selesai dan dipaparkan di Jakarta”, tutup  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Papua Tengah, dr.Silwanus A. Sumule, dr. SpOG (K) Obginsos., MH.Kes.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.