INFO NABIRE
Home » Blog » Jumlah Calon Siswa Baru Bertambah, Pihak Sekolah SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire Tambah Satu Ruang Kelas

Jumlah Calon Siswa Baru Bertambah, Pihak Sekolah SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire Tambah Satu Ruang Kelas

Untuk menciptakan kader pembangunan bangsa yang berkualitas dan bermutu terlebih khusus di Papua, SMA Negeri 1 Plus atau yang lebih dikenal dengan sebutan Kolese Pendidikan Guru (KPG) Khas Papua Nabire, melaksanakan seleksi tes bagi para calon siswa-siswi yang ingin melanjutkan pendidikan di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire.

Seperti diketahui, SMA Negeri 1 Plus KPG yang berada di kampung Bumi Raya, Distrik Nabire Barat ini memiliki visi dan misi menciptakan tenaga pengajar yang berkualitas. Terdiri dari 2 lembaga pendidikan yang tak dapat dipisahkan, yaitu UPP PGSD Uncen Kelas Nabire dan SMA Negeri 1 Plus KPG, keduanya menjadi satu kesatuan untuk menciptakan tenaga-tenaga pendidikan berkualitas.

Hal ini dibenarkan oleh Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire, Fransiscus Don Bosco Johanes S.Pt MMPd, kepada Nabire.Net, selasa 3 Juli 2018.

Dijelaskan Fransiscus Don Bosco, jika di tahun lalu jumlah siswa yang mendaftar sebanyak 200 orang, maka tahun ini semakin bertambah menjadi 250 orang siswa.

Akibat animo yang begitu besar dari warga Nabire yang ingin bersekolah di SMA Negeri 1 KPG Nabire, Fransiscus mengatakan pihaknya kewalahan untuk menampung semua calon peserta, akhirnya dilakukan penambahan 1 ruangan kelas yang mengorbankan ruang makan asrama.

“Kami sengaja menambah satu ruang kelas, dengan alasan banyak calon peserta didik yang orang tuanya sempat menyampaikan kepada pihak sekolah bahwa di kampung mereka masih kekurangan guru, dan anaknya inin disekolahkan disini sehingga mereka bisa menjadi guru dan bisa mengajar di tempat asalnya. Oleh karena itu kami terpaksa menambah 1 ruangan kelas untuk mengakomodir permintaan masyarakat”, tutur Fransiscus.

Lebih lanjut, Fransiscus menjelaskan bahwa para calon siswa-siswi baru yang mendaftar di SMA Negeri 1 Plus KPG bukan hanya dari Nabire saja, tetapi ada juga yang dari kabupaten lainnya seperti Paniai, Deiyai, Dogiyai, Intan Jaya, Biak dan Puncak Jaya, dan siswa yang diterima disesuikan kuotanya dimana untuk warga asli Papua mendapat jatah 70% dan sisanya untuk warga non Papua, hal ini agar sesuai dengan citra KPG yaitu Khas Papua.

Pada kesempatan yang sama, Frans juga meminta kepada pemerintah daerah yang siswanya sedang mengenyam pendidikan di SMA Negeri 1 Plus KPG Nabire sekaligus menjadi wakil atau utusan dari daerahnnya bisa diperhatikan dengan baik oleh pemerintah daerah tersebut, baik makan, tempat tinggal maupun biaya pendidikannya.

Sementara terkait hasil tes tertulis dan wawancara, pengumumannya baru akan diinformasikan kamis esok (05/07).

[Nabire.Net/Ronaldo.Letsoin]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.