INFO PAPUA
Home » Blog » IPMAPANDODEI Makassar Gelar Diskusi Dengan Tema Pendidikan Di Wilayah Meepago

IPMAPANDODEI Makassar Gelar Diskusi Dengan Tema Pendidikan Di Wilayah Meepago

Makassar – Mahasiswa Papua kota Studi Makassar yang tergabung dalam IPMAPANDODEI, menggelar kegiatan diskusi dengan tema “Pendidikan Di Wilayah Adat Meepago”, yang dilaksanakan kamis malam (02/05) di kontrakan mahasiswa Dogiyai, Kompleks BTN Makassar.

Materi diskusi dibawakan oleh Yoswa Kudia S.Th yang merupakan salah satu pendiri IPMAPANDODEI Makassar. Sementara moderator diskusi dipimpin oleh Samsul Adii selaku Ketua IPMADEI (Deiyai) kota studi Makassar.

Yoswa Kudia dalam paparannya menyampaikan beberapa poin penting berkaitan dengan tema yakni kinerja Dinas Pendidikan di wilayah Meepago, kaum intelektual, masyarakat serta lingkungan.

Terkait kinerja Dinas Pendidikan, Yoswa mengatakan, hampir semua Dinas Pendidikan di wilayah Meepago berjalan tidak efektif. Hal tersebut dinilai dari kurangnya pengawasan kegiatan pendidikan dari tingkat SD hingga SMA.

Pengawasan yang berjalan saat ini dirasa kurang ketat. Dinas seharusnya sering mengadakan pertemuan dengan setiap sekolah untuk mengevaluasi setiap kegiatan pendidikan yang berjalan. Jika selama ini dilaksanakan 6 bulan, mungkin bisa dilaksanakan 3 bulan sekali.

Terkait kaum intelektual di Meepago, Yoswa menjelaskan bahwa mereka yang disebut kaum intelektual harus bisa menjadi contoh bagi adik-adiknya baik dalam memberikan saran, nasehat, dan motivasi khususnya dalam bidang pendidikan.

Sementara terkait poin mengenai kondisi masyarakat, Yoswa menjelaskan, masyarakat adalah hal yang kompleks, namun secara sederhana bisa dimulai dari tingkat keluarga. Keberadaan keluarga sangat penting dalam menunjang proses pendidikan, misalnya orangtua yang mengawasi anaknya untuk belajar, serta memberikan perhatian guna menunjang pendidikannya.

Terakhir mengenai poin lingkungan setempat, Yoswa menilai bahwa adaptasi bahasa dalam kegiatan pendidikan di sekolah perlu diperhatikan. Mengingat masih banyak pelajar di wilayah Meepago yang belum terlalu memahami Bahasa Indonesia, padahal materi pelajaran menggunakan bahasa tersebut.

Diakhir diskusi, Yoswa berpesan kepada peserta diskusi untuk menjadikan setiap orang sebagai guru, dengan banyak berdiskusi sehingga bisa menambah wawasan.

Diskusi sendiri menyimpulkan garis besar tema pendidikan di wilayah Meepago masih menyimpan persoalan dalam hal pengawasan pendidikan yang belum baik, dan hal itu merupakan tanggung jawab Dinas Pendidikan di setiap kabupaten yang ada di wilayah Meepago. Hal itu demi untuk pendidikan yang lebih baik lagi.

[Nabire.Net]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.