Ibadah Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta Tahun 2023 di Paroki Gembala Baik Abepura

Jayapura, Ibadah Perayaan Ekaristi Hari Raya Pentakosta dilaksanakan di Paroki Gembala Baik, Abepura, Keuskupan Jayapura, Minggu pagi (28/05/2023).
Misa kedua dimulai pukul 09.00 WIT mengusung tema “Seperti Bapak Mengutus Aku, Kini Aku Mengutus Kamu. Terimalah Roh Kudus”.
Ibadah dihadiri oleh ribuan umat Katolik dan dipimpin oleh Pastor RD Barnabas Daryana. Dalam kotbahnya RD Barnabas Daryana mengatakan bahwa, dalam tradisi gereja ada 7 waktu doa khatolik.
Tujuh waktu doa katolik tersebut adalah sebagai berikut :
-
Pertama pukul 03.00 yaitu doa Matina, yaitu Tuhan Yesus berdoa di Taman Getsemani
-
Kedua pukul 06.00 yaitu doa Laodes, merayakan Yesus bangkit dari orang mati
-
Ketiga pukul 09.00 yaitu doa Tersia untuk merayakan turunnya Roh Kudus ke atas para Rasul (Pentakosta)
-
Keempat pukul 12.00 yaitu doa Horamedia Sekta, untuk memperingati Yesus yang akan disalibkan
-
Kelima pukul 15.00 yaitu doa Nona, untuk memperingati Yesus yang akan mati di salib
-
Keenam pukul 18.00 yaitu dia Mesper, untuk memperingati Yesus yang diturunkan dari salib dan dikuburkan
-
Ketujuh pukul 21.00 yaitu doa Kompritorium
“Sekarang kita merayakan hari raya turunnya Roh Kudus. Dalam bacaan pertama, bagimana para Rasul amatlah takut, mereka bersembunyi di suatu tempat yang tersembunyi, tetapi Yesus hadir. Para Rasul berkumpul, ada bunyi seperti tiupan angin keras, lalu munculah lidah-lidah api. Pada awalnya, Rasul-Rasul itu takut tetapi akhirnya mereka berani dan berkata-kata serta didengar banyak orang”, kata Pastor RD Barnabas Daryana.
Orang-orang juga heran dengan khotbah Rasul Petrus sehingga tiga ribu orang memberi dirinya dibaptis dan percaya kepada Yesus. Itulah awal terbentuknya Gereja yang dibentuk oleh Roh Kudus sendiri.
“Hari ini kita merayakan hari ulang tahun Gereja, Roh Kudus yang dikatakan seperti bunyi udara yang bergerak, atau angin yang bergemuruh tidak bisa dilihat, tetapi bisa dirasakan. Udara yang merupakan sumber kehidupan, kalau kita tidak hirup udara atau bernafas maka kita akan sakit ataupun mati. Api adalah suatu simbol panas. Orang yang hidup pasti hangat. Api yang membakar memberikan hidup semangat baru, api yang menghidupkan, sesuatu yang luar biasa. Mereka memiliki pengetahuan-pengetahuan yang baru, mereka mempuyai kemampuan yang baru, muncul bahasa Roh dan dimengerti semua orang di tempat itu. Rohlah yang menerjehmakan ke telinga masing-masing orang apa yang dikatakan para Rasul”, lanjut Pastor RD Barnabas Daryana.
Pastor RD Barnabas Daryana mengatakan, selama 9 hari kita diajak bernovena Roh Kudus. Kita diharapkan senantiasa memahami akan karya Roh supaya kita pun bisa seperti murid-murid Yesus yang dipenuhi Roh Kudus. Roh Kudus selalu memberikan sesuatu yang baik, karena Roh Kudus adalah Allah itu sendiri.
“Kita semua diciptakan dengan penuh kebaikan walaupun kita sering kali jatuh ke dalam dosa, tetapi Roh Kudus akan senantiasa mengingatkan kita, menguatkan kita, memampukan kita, mendorong kita, memberikan semangat hidup baru, sehingga kita berani mewartakan kabar sukacita, karya keselamatan Allah dalam kehidupan sehari-hari”, tutup Pastor RD Barnabas Daryana.
*Pewarta : Lambertus Magai
[Nabire.Net]




Leave a Reply