Ibadah Minggu Pagi, Minggu Sengsara II, 10 Maret 2019, Di GKI Tabernakel Nabire
Nabire – Ibadah Minggu Pagi, Minggu Sengsara II, 10 Maret 2019, dilaksanakan di Gereja GKI Tabernakel Oyehe Nabire. Ibadah ini dilayani oleh pelayan firman, Pdt. Evelin Marajaa Pondaag S.Th, dengan bahan khotbah diusung dari Injil Lukas 22:47-53, dengan nats “Yesus Ditangkap”.
Dalam khotbahnya, Pdt. Evelin Maraja Pondaag menjelaskan bahwa pembacaan kali ini berkaitan dengan masa-masa memasuki kesengsaraan Yesus Kristus sebelum disalibkan.
Kitab Lukas menceritakan bagaimana Yesus ditangkap di Taman Getsemani usai berdoa dan menyerahkan beban pergumulan-Nya sebagai seorang manusia kepada Bapa-Nya.
Dikatakan, penangkapan Yesus tak lepas dari campur tangan murid-Nya, Yudas Iskariot, yang menjual-Nya seharga 30 keping uang perak kepada prajurit Romawi.
Dalam kisah ini sebenarnya Yesus membiarkan diri-Nya untuk ditangkap atau kata lainnya Yesus memang sudah siap untuk menyerahkan diri-Nya kepada prajurit Romawi, untuk menggenapi nubuat bahwa Anak Allah akan dihukum mati demi dosa umat manusia.
Selain itu, penyerahan diri Yesus ditandai dengan Yesus melarang murid-muridNya untuk melawan dengan berkata “Sudahlah Itu”.
Menjadi sebuah kebanggaan jika kita menjadi bagian dari misi yang besar, tetapi ketika untuk mewujudkannya ternyata harus mengalami penderitaan yang sangat berat, dilecehkan, dihakimi dan merasakan kesakitan baik secara jasmani maupun jiwani sama seperti yang dialami Yesus.
Untuk menggantikan posisi anda dan saya di dalam hukuman berat tersebut, Yesus bersedia menyerahkan diri-Nya untuk mengalami penderitaan luar biasa, semua karena begitu besar kasihNya kepada manusia, Dia datang hanya untuk menyerahkan diri-Nya menggantikan kita melalui pengorbanannya di kayu salib.
Ibadah juga diisi dengan puji-pujian.
[Nabire.Net]



Leave a Reply