Ibadah Minggu Malam 22 Juli 2018, Di GKI Maranatha Malompo Nabire
Ibadah Minggu Malam, 22 Juli 2018, dilaksanakan di Gereja Kristen Injili (GKI) Jemaat Maranatha Malompo, Nabire. Ibadah tersebut dilayani oleh pelayan firman, Pdt. Jefta Tibiola S.Th.
Adapun pembacaan firman Tuhan yang menjadi bahan renungan dalam Ibadah ini diusung dari Kitab Perjanjian baru, Kolose 1:15-23 dengan tema “Kristus Menjadi Yang Utama”.
Dalam khotbahnya, Pdt. Jefta menegaskan bahwa maksud dari firman Tuhan dalam Kolose 1:15-23 yakni mengungkapkan keutamaan Kristus atas segala sesuatu, termasuk bumi dimana kita tinggal.
Dikatakan, Rasul Paulus menempatkan Kristus menjadi yang terutama dalam hidupnya, maka ia dapat melayani dengan setia, menang atas segala cobaan, serta meraih kesuksesan di hadapan Allah dan manusia.
Oleh karena itu, hendaklah kita tetap menempatkan Kristus di posisi yang terutama dalam hidup kita, bukan uang, ketenaran, kekuasaan, atau kesenangan. Bukan pula pasangan/pacar, keluarga, atasan, teman, atau siapa saja, melainkan Kristus. Dialah sang Pencipta, Penebus, Pemelihara, Kepala Gereja, dan Tuhan kita. Dialah yang seharusnya menempati posisi yang terutama dalam hidup kita. Itulah yang berkenan di hadapan-Nya.
Menempatkan Kristus menjadi yang terutama akan membuat hidup kita berbahagia. Sebab itu artinya kita memperkenankan Dia untuk memimpin hati, pikiran, perkataan, dan perbuatan kita. Hal itu akan mengubah dan memperbaharui hidup kita. Hidup kita akan berbuah dan berbahagia di dalam Dia.
Apabila Kristus yang terutama di dalam hidup kita, maka kita akan tetap bersukacita melayani Dia di mana dan kapan saja. Dalam keadaan baik atau tidak baik, senang atau susah, lancar atau penuh tantangan, kita akan tetap setia melayani-Nya. Pelayanan terhadap Kristus itu pun kita nyatakan juga dengan melayani sesama kita.
Apabila Kristus yang terutama di dalam hidup kita, maka orang-orang di sekitar kita tentu akan turut merasakan sukacita. Mereka senang karena sikap, perkataan, dan perbuatan kita terhadap sesama senantiasa berpadanan dengan kehendak-Nya. Mereka dapat merasakan buah Roh yang nyata dalam hidup kita. Kasih, sukacita, damai sejahtra, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemah-lembutan, dan penguasaan diri terpancar dari dalam hidup kita. Pasangan, anak-anak, keluarga, rekan kerja, dan teman-teman kita pasti akan turut bersukacita berada bersama kita.
Jadikanlah Kristus sebagai yang terutama. Tuhan akan senang, kita akan bahagia, dan sesama kita akan turut bersukacita karenanya.
[Nabire.Net]



Leave a Reply