INFO NABIRE
Home » Blog » Ibadah Minggu Malam, 15 Juli 2018, Di GKI Maranatha Malompo Nabire

Ibadah Minggu Malam, 15 Juli 2018, Di GKI Maranatha Malompo Nabire

“Sebab, jika kamu hidup menurut daging, kamu akan mati; tetapi jika oleh Roh kamu mematikan perbuatan-perbuatan tubuhmu, kamu akan hidup” (Roma 8:13).

Demikianlah kutipan salah satu ayat yang menjadi bahan renungan pada Ibadah Minggu Malam, 15 Juli 2018, bertempat di Gereja GKI Maranatha Malompo, Nabire. Ibadah ini dipimpin oleh pelayan firman, Pdt. Maria Mandosir S.Th.

Dalam ibadah ini, pembacaan Firman Tuhan terangkat dari Kitab Roma 8:1-17 dengan tema pembacaan “Hidup Oleh Roh”.

Saat menyampaikan firman Tuhan, Pdt, Maria Mandosir mengatakan, dalam kehidupan manusia ada 2 hal yang akan terus bertentangan sepanjang manusia itu hidup, yakni Roh dan Kedagingan.

Dijelaskan, Kedagingan berarti sifat-sifat yang dikendalikan oleh manusia dan bukan berasal dari Tuhan, demikian sebaliknya dengan Roh,

“Adalah hal yang wajib bagi kita, anak-anakNya, memiliki kehidupan yang rohaniah yaitu hidup menurut firmanNya, karena bila kita menurut firman Tuhan berarti kita hidup menurut Roh Tuhan. Jadi jika kita telah lahir baru, itu sama artinya kita telah dilepaskan dari kedagingan. Tuhan Yesus telah melepaskan kita, Dia telah memberikan firmanNya, Dia telah memberikan RohNya, dan jika kita hidup sebagaimana mestinya, kedagingan kita akan tunduk pada roh kita, seperti di Roma 8:10 “jika Kristus ada di dalam kamu, maka tubuh memang mati karena dosa, tetapi roh adalah kehidupan oleh karena kebenaran.” (Roma 8:10)”, kata Pdt. Maria Mandosir.

Ditegaskan pelayan firman, manusia harus bisa tegas memilih apakah ingin hidup dalam firman menurut RohNya, atau sebaliknya hidup dalam kedagingan. Tidak bisa kedua-duanya sekaligus. FirmanNya dengan sangat keras menyatakan, “Alangkah baiknya jika engkau dingin atau panas! Jadi karena engkau suam-suam kuku, dan tidak dingin atau panas, Aku akan memuntahkan engkau dari mulut-Ku.” (Wahyu 3:15b-16).

Ingat, saat kita tidak lagi menjadi pelaku firman, saat itulah kita mulai hidup dalam daging; ketahuilah bahwa “…keinginan daging adalah maut, tetapi keinginan Roh adalah hidup…” (Roma 8:6), dan “Mereka yang hidup dalam daging, tidak mungkin berkenan kepada Allah.” (Roma 8:8). Jika kita hidup menurut daging berarti kita memikirkan hal-hal yang bersifat daging, tidak berpikir rohaniah, hidup tanpa firman Tuhan. Hal ini membuat kita terpisah dari Allah, dan terpisah dari Dia berarti maut atau binasa.

Sebagai orang percaya, bila kita memilih hidup menurut daging kita telah menciptakan roh perpecahan antara diri kita sendiri dengan Tuhan. Ini akan membawa dampak terhadap segala sesuatu di dalam hidup kita, karena hidup dalam daging semakin menjauhkan kita dari Tuhan. “Sebab keinginan daging adalah perseteruan terhadap Allah,” (Roma 8:7).

Diakhir khotbahnya, Pdt. Maria Mandosir menegaskan, ketika kita percaya pada Yesus, Tuhan sudah memberikan kita sifat ilahi.  Jadi kita harus melatih diri untuk taat kepada firman Tuhan dan mengandalkan pertolongan Roh Kudus. Tuhan ingin kita taat pada pimpinan Roh Kudus dan firmanNya, sehingga kita bukan menjadi orang Kristen biasa saja tapi orang Kristen yang sungguh-sungguh menyatakan sifat-sifat Allah di dalam kehidupan kita. Dengan pertolongan Roh Kudus, kiranya kita dapat menjalani kehidupan Kristen yang memuliakan Allah.

[Nabire.Net/Aprian]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.