Gotong Royong Masyarakat Distrik Topiyai Warnai Puncak Muspasmee VIII Paroki Komopa
Paniai, 31 Januari 2026 – Semangat gotong royong dan kebersamaan masyarakat Distrik Topiyai kembali terlihat nyata dalam aksi “Yuu Waita” pada puncak momentum Musyawarah Pastoral Paroki (Muspasmee) ke-VIII Paroki Kristus Jaya Komopa, Dekenat Paniai, Keuskupan Timika, Jumat (30/12/2026).
Kegiatan ini digerakkan oleh Panitia Lokal Stasi “Daidaa Eyagitaida” Paroki Kristus Jaya Komopa, sebagai wujud komitmen menjaga persaudaraan, persatuan, serta merawat nilai-nilai budaya lokal masyarakat Distrik Topiyai.
Ketua Panitia, Demian Degei, kepada Kontributor Media Nabire.Net mengatakan bahwa kegiatan “Yuu Waita” bukan sekadar rekreasi, tetapi merupakan aksi nyata akar rumput dalam merawat identitas budaya dan kecintaan terhadap kampung halaman.
“Kami bangga menjadi bagian dari masyarakat Distrik Topiyai. Ini adalah momen nyata merawat akar budaya, mencintai kesederhanaan, dan berkontribusi langsung bagi tanah kelahiran,” ujar Degei.
Ia menjelaskan, secara geografis Distrik Topiyai memiliki wilayah yang terbagi dalam beberapa bagian, meliputi wilayah Topiyai, Paniai bagian ufuk timur, wilayah selatan, utara, dan timur, termasuk Debakebouda Baguwopugaida dan Topiyaimaida.
Demian Degei juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada para kepala suku, tokoh adat, intelektual, tokoh pemuda, tokoh masyarakat, serta 10 kepala kampung di Distrik Topiyai yang turut menjadi penggerak utama suksesnya kegiatan Muspasmee ke-VIII.
Menurutnya, kegiatan “Yuu Waita” mencerminkan sinergi antara kearifan lokal (adat) dan wawasan modern dalam membangun masyarakat yang harmonis, kreatif, dan berbudaya.
“Konsep ini sejalan dengan upaya membangun masyarakat dari hulu hingga muara Distrik Topiyai agar tetap berakar pada budaya, namun terbuka dan produktif,” pungkasnya.
Selain itu, kegiatan ini juga bertujuan menciptakan jiwa yang sehat, menjaga kebugaran, serta mempererat kebersamaan dan keakraban antarwarga Distrik Topiyai, Kabupaten Paniai.
Degei menambahkan, dalam kepanitiaan Muspasmee lokal, koordinasi dan kerja bersama dilakukan secara rutin setiap dua minggu bersama tokoh pemuda pengawal Distrik Topiyai.
Kekompakan masyarakat, khususnya Pemuda Katolik dan jemaat KINGMI, dinilai luar biasa. Peran perempuan dan laki-laki asal Distrik Topiyai tampak aktif dalam berbagai aspek kegiatan, mulai dari tingkat keluarga hingga pemberdayaan komunitas.
“Inilah kekuatan kita: kebersamaan, gotong royong, dan komitmen menjaga persatuan,” tutup Degei.
[Nabire.Net/Jeri Degei]


Leave a Reply