FKP-PT HIPPT SMA/SMK Kota Studi Nabire Gelar Acara Perpisahan

Nabire, Forum Komunikasi Pelajar Pegunungan Tengah (FKP-PT) kota studi Nabire melaksanakan acara perpisahan bersama, bertempat di Pantai Epilala Nabire, Minggu (15/07/2022).
Ketua Panitia, Agustinus Pigai menjelaskan, maksud dan tujuan dilaksanakannya acara ini mengingat adik-adik dari SMA dan SMK yang tergabung di dalam FKP-PT HIPPT yang sudah menyelesaikan studinya dapat berkumpul bersama sebelum nantinya mereka berpisah satu dengan yang lain karena melanjutkan studinya.
“Kami tidak hanya melakukan acara ibadah inti saja, namun ada juga acara lain yaitu permainan saling sapa antara kakak dan adik. Dalam pelaksanaan ini kami tidak melakukan acara kegiatan kosong juga namun melalui hasil keringat panitia ini kami bakar batu dengan korban bakaran berupa babi 2 ekor dan ayam es 43 ekor yang kami bakar secara adat,” beber Agustisnus.
Agustinus berharap agar adik-adik yang akan melanjutkan pendidikan ke universitas bisa tetap berkomunikasi dan tetap semangat dan solid di bawah organisasi ini.
“Walaupun kita tempuh Pendidikan di tanah rantau, kita jangan lupa FKP-PT, karena FKP-PT ada maka kita bisa belajar cara kepemimpinan untuk ke depan, “katanya.
“Untuk itu organisasi FKP-PT ini kita mau tinggalkan untuk adik-adik di harapkan kepada adik-adik, harus mempertahankan wadah organisasi ini dengan baik, karena organisasi adalah lebih penting bagi kita anak-anak mudah terlebih khususnya pelajar, mahasiswa dan pemuda,” lanjutnya.
“Selamat untuk kawan-kawan yang akan melanjutkan pendidikan jenjang berikutnya, demikian adik-adik juga pun selamat tinggal dan semangat untuk mempertahankan wadah organisasi FKP-PT dalam kesatuan dan persatuan, kita berpisah bukan untuk selamanya namun kita kembali bertemu lagi di kelak waktu yang Tuhan tentukan,” harap Agustinus Pigai.
Acara ini juga diisi dengan ibadah yang dipimpin oleh Pius Agapa, mahasiswa STT Walter Post kampus 2 Nabire dengan ayat terambil dari Amsal 3:16 dengan tem “Pilihanku adalah penentu dalam hidup”, dan sub tema “Kita berpisah bukan karena apa, tapi berpisah karena pendidikan.”
“Memilih yang terbaik, kalau mau umur panjang, dari sekarang jangan sandarkan pikiran sendiri tetapi pikiran harus sandarkan kepada Tuhan. Kita tetap mengikuti Yesus, dan jangan lupa mengikuti ajaran-ajaran Yesus karena di dalam kebenaran ada kehidupan, “Katanya.
“Untuk itu kita jangan lupa juga Kaka-Kaka yang pernah mendorongkan hal-hal yang terbaik seperti motivasi, arahan dorongan dan lain sebagainya selama kita menempuh pendidikan utama di SMA, maka itu semua segala sesuatu yang ada di duniawi itu tinggalkan jangan nomor satukan, tetapi kita harus nomor satukan Tuhan sebagai dasar di dalam kehidupan, ” kata Pius Agapa.
“Jika kita percaya kepada Yesus apa pun yang kita inginkan itu meminta kepada Tuhan, Tuhan akan memberikan sesuai apa yang kita meminta segala sesuatu yang ada di dunia itu jadikan nomor dua tetapi kita harus utamakan di dalam pendidikan dan dalam kehidupan ialah kita harus utama Tuhan sebagai nomor satu didalam kehidupanmu,” tambahnya.
“Maka itu Tinggalkan kejahatan, kebencian, terhadap sesama manusia karena itu adalah salah satu mesin yang tak mempunyai impian masa depan, untuk itu marilah kita saling mencintai di dalam satu wadah persaudaraan untuk mewujudkan impian Masing-masing,” ucapnya.
Di tempat yang sama, Pembina FKP-PT kota studi Nabire, Emanuel Adii mengatakan, kita harus jaga kepercayaan orang tua yang telah menyekolahkan kita, karena orang tua mengirimkan kita ke tanah rantau adalah untuk menerima dan mensukseskan pendidikan lalu kembali ke asal kampung. Karena aktivitas orang tua mereka pagi keluar malam masuk itu ialah demi banting tulang untuk kita anak-anak menjadi orang-orang besar kedepannya,” imbuhnya.
“Jadi, jika adik-adik berada ke tanah rantau atau kota studi ade-ade, harus jangan lupa bergabung di organisasi gereja, organisasi kampus dan organisasi forum yang ada di kota studi yang kamu tempuh Kita pergi kuliah ke tanah rantau kita harus utamakan sayangi orang tua dan jangan lupa berdoa untuk pribadi, orang tua, keluarga supaya apa yang kini kita impikan itu terwujud sesuai harapan doa dari kita pribadi dan orang tua,” tutup Emanuel Adii.
Penulis : Elia Douw
[Nabire.Net]


Leave a Reply