FGD II Penyusunan Master Plan Kawasan Ibu Kota Papua Tengah

Nabire, Menindaklanjuti kegiatan Focus Group Discussion (FGD) I yang dilaksanakan 12 September lalu, maka pemerintah provinsi Papua Tengah kembali menggelar FGD II Penyusunan Master Plan Kawasan Ibu Kota Provinsi Papua Tengah, bertempat di Aula Kantor Gubernur Papua Tengah, Rabu (25/10/2023).
Kegiatan ini dibuka oleh Asisten I Setda Papua Tengah, Ausilius You, S.Pd, MM, mewakili Pj.Gubernur Papua Tengah, Dr. Ribka Haluk, S.Sos, MM.
Hadir dalam kegiatan Kegiatan Focus Group Discussion (FGD) II Master Plan Kawasan Perkantoran Provinsi Papua Tengah di lokasi Kaladiri ini yakni Lembaga Vertikal, Unsur Forkopimda, para Akademisi, Masyarakat, Stakeholder dan Pengguna Langsung pada locus Master Plan Kawasan Ibu Kota Provinsi Papua Tengah.
Dalam sambutan tertulis Pj.Gubernur Papua Tengah yang dibacakan Asisten I Setda Papua Tengah, Ausilius You, S.Pd, MM, dikatakan bahwa penyusunan dokumen Master Plan ini dimaksudkan agar Pemprov Papua Tengah memiliki dokumen rencana strategis pengembangan dan penataan kawasan pusat pemerintahan provinsi Papua Tengah yang efektif dan efisien.
“Saat ini Tim Penyusun Dokumen telah selesai melakukan analisa lapangan dan mendesain Master Plan Ibu Kota Provinsi Papua Tengah untuk kita lihat bersama sehingga tidak menutup kemungkinan akan ada perbaikan-perbaikan isi dokumen setelah kegiatan ini, guna penyempurnaan dokumen Master Plan kita ini. Ini adalah dokumen kita bersama untuk kepentingan seluruh masyarakat Papua Tengah, jadi dibutuhkan keseriusan kita dalam memberi ide-ide, saran masukan bagi penyempurnaan dokumen yang telah didesain ini, karena dokumen inilah yang akan dijadikan panduan dalam pembangunan pusat pemerintahan Provinsi Papua Tengah yang sesuai dengan tujuan penataan ruang,” kata Pj.Gubernur Papua Tengah dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Asisten I Setda Papua Tengah.
Penjabat Gubernur Papua Tengah berharap agar para peserta kegiatan ini tetap memperhatikan sasaran yang harus dicapai bersama dalam dokumen ini yaitu sebagai berikut :
-
Teridentifikasinya potensi, masalah dan kebutuhan pembangunan pusat pemerintahan provinsi
-
Tersusunnya konsep dan arahan pembangunan pusat pemerintahan
-
Tersusunnya rencana dan strategi implementasi pembangunan pusat
“Saya berharap kita lebih banyak waktu untuk berdiskusi sehingga materi dari dokumen Master Plan ini dapat lebih berbobot,” harap Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah mengakhiri sambutan tertulisnya.
[Nabire.Net/Edi Sutrisno]










Leave a Reply