INFO NABIRE
Home » Blog » Diguyur Hujan 10 Hari Berturut-turut, Ini Penjelasan Stasiun Meteorologi Nabire

Diguyur Hujan 10 Hari Berturut-turut, Ini Penjelasan Stasiun Meteorologi Nabire

(Diguyur Hujan 10 Hari Berturut-turut, Ini Penjelasan Stasiun Meteorologi Nabire/Foto.ilustrasi)

Nabire, Hujan selama 10 hari berturut-turut dari tanggal 1 hingga 10 Maret 2024 mengguyur kota Nabire dari kategori hujan ringan hingga kategori hujan ekstrem.

“Kejadian hujan yang turun terus menerus di wilayah Nabire adalah selama 10 hari berturut-turut,” kata Prakirawan Stasiun Meteorologi Nabire, Eusebio Andronikus Sampe, S.Tr, kepada Nabirenet, di Stamet Nabire yang berlokasi di Bandara Baru Karadiri Nabire, Senin (11/03/2024).



Berikut rincian kategori hujan yang terjadi selama 10 hari berturut-turut di Nabire :

  1. Tanggal 1 Maret ditakar sebesar 91 mm (hujan lebat)

  2. Tanggal 2 Maret ditakar sebesar 26.4 mm (hujan sedang)

  3. Tanggal 3 Maret ditakar 3.5 mm (hujan ringan)

  4. Tanggal 4 Maret ditakar 4.2 mm (hujan ringan)

  5. Tanggal 5 Maret ditakar 26.2 mm (hujan sedang)

  6. Tanggal 6 Maret ditakar 5.3 mm (hujan ringan)

  7. Tanggal 7 Maret ditakar 83.3 mm (hujan lebat)

  8. Tanggal 8 Maret ditakar 43.8 mm (hujan sedang)

  9. Tanggal 9 Maret ditakar 82.8 mm (hujan lebat)

  10. Tanggal 10 Maret ditakar 101.4 mm (hujan ekstrem)

Eusebio Andronikus Sampe, S.Tr, menjelaskan, penyebab hujan selama 10 hari berturut-turut di Nabire untuk skala global, dianalisa disebabkan oleh peredaran semu matahari.

“Posisi matahari sedang bergerak dari wilayah bumi bagian selatan ke wilayah equator. Kondisi ini menyebabkan wilayah equator lebih banyak menerima panas matahari, menyebabkan penurunan tekanan udara dan peningkatan pembentukan awan k0nvektif di wilayah equator,” jelasnya.

Dikatakan, untuk anomali suhu muka laut bernilai positif yakni 0.5 – 3.2 derajat celcius di sekitar perairan Nabire. Kondisi ini menunjukan adanya potensi penguapan, yaitu penambahan massa uap air di sekitar wilayah Teluk Cenderawasih.

“Untuk skala regional, angin 3.000 feet. Kami analisa adanya massa udara yang bergerak lurus dari utara dan timur laut bergerak menuju wilayah Papua bagian barat , melewati di atas wilayah Papua bagian tengah. Secara umum mengakibatkan adanya pola shearline (belokan angin) bergerak ke wilayah Papua bagian timur hingga selatan, sehingga adanya potensi pertumbuhan awan-awan konvektif dan dapat menimbulkan cuaca buruk, misalnya hujan sedang hingga lebat, agin kencang dan fenomena cuaca lainnya,” beber Eusebio.

Sedangkan untuk skala lokal, berdasarkan analisa bahwa masih dominan dipengaruhi oleh angin laut dan angin darat, mengingat letak geografis Nabire yang berada di pesisir Teluk Cenderawasih. Pagi hingga siang hari didominasi angin laut, sedangkan malam hari hingga dini hari didominasi angin darat.

Ditambahkan bahwa kondisi ini diperkirakan masih akan berlangsung hingga pertengahan atau akhir bulan April, tetapi akan meningkat lagi di awal Juni hingga Juli, dan akan menurun di Agustus dan September, dan akan meningkat lagi di bulan Oktober hingga November di akhir tahun. Ini yg dinamakan BMKG sebagai pola hujan lokal untuk wilayah Nabire.

Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Nabire, Husain Kamadi, S.Tr, kepada Nabirenet, mengatakan, terkait dengan curah hujan yang terjadi dari tanggal 7 – 10 Maret 2024, terpantau bahwa curah hujannya masuk dalam klafisikasi curah hujan sedang hingga sangat lebat. Kondisi ini dapat menyebabkan kondisi tanah menjadi labil dan ini berpotensi berdampak bagi warga masyarakat yang tinggal di daerah-daerah yang berpotensi terjadi bencana longsor.

[Nabire.Net]

Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.