Danau Tigi Deiyai Perlu Dijaga Dari Pencemaran
Danau Tigi yang ada di Kabupaten Deiyai harus dijaga dan dilestarikan dari berbagai pencemaran, sehingga apa yang terkandung didalamnya dapat dinikmati warga sekitar.
Ibu Nela Pekei, salah seorang warga sekitar Danau yang mata pencahariannya mencari ikan di Danau Tigi menjelaskan, hasil tangkapan ikan sebelum kabupaten Deiyai dimekarkan sangat berbeda dengan sesudah dimekarkan.
“Dulu kalau saya tangkap ikan segar dan bergizi, ikannya masih awet dan tahan lama. Namun sekarang ikan yang ditangkap cepat membusuk, saat dibiarkan di jaring pukat”, kata Nela.
Oleh karena itu, Nela meminta warga masyarakat khususnya pedagang yang berjualan di Waghete agar berhenti membuang sampah di Kali Wakei yang bermuara di Danau.
Sementara itu, salah satu intelektual muda Deiyai, Domin Badii, menjelaskan, pemerintah kabupaten Deiyai harus menyediakan tempat pembuangan sampah di area Kali Wakei dan Danau Tigi.
“Saat ini masyarakat membuang sampah di Kali Wakei yang bermuara di Danau Tigi, karena tidak ada tempat pembuangan sampah yang layak. Danau tigi berhamburan dengan berbagai sampah sehingga keindahan dan panorama Danau Tigi tercemar dan mengganggu segala makhluk yang ada di Danau”, tuturnya.
Domin menambahkan, PON 2020 yang akan digelar di Papua akan mempertandingkan olahraga dayung yang venuenya akan menggunakan Danau Tigi.
Oleh karena itu, pemerintah kabupaten Deiyai harus berpikir dan menyiapkan diri dari sekarang untuk membenahi sampah dan melestarikan panorama Danau Tigi.
[Nabire.Net/Domin.Badii]



Leave a Reply