BPS Laporkan Inflasi Nabire Oktober 2025 Naik 0,44 Persen, Ini Pemicunya
Nabire, 4 November 2025 – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Nabire secara resmi merilis Berita Resmi Statistik (BRS) pada Senin (3/11/2025) terkait perkembangan Indeks Harga Konsumen (IHK) atau laporan inflasi bulan Oktober 2025.
Kepala BPS Kabupaten Nabire, Dio Benuvin Ginting, SST, menjelaskan bahwa IHK menggambarkan perkembangan kondisi harga di wilayah Nabire selama Oktober 2025. Beberapa faktor utama diketahui mempengaruhi perubahan harga di daerah tersebut.
Berdasarkan catatan BPS, terdapat empat hal penting yang berdampak terhadap indikator harga di Nabire. Pertama, banjir di Distrik Nabire Barat dan Distrik Wanggar yang menyebabkan sebagian lahan pertanian terendam, menurunkan hasil panen dan membatasi pasokan pangan ke pasar.
Kedua, meningkatnya permintaan daging babi di tengah masih merebaknya virus ASF (African Swine Fever) membuat harga komoditas tersebut naik tajam.
Ketiga, harga emas perhiasan meningkat seiring dengan tren kenaikan harga emas nasional. Keempat, kendala distribusi hasil pertanian ke wilayah pedalaman akibat akses jalan yang sulit dan kondisi keamanan yang belum stabil turut memicu kenaikan harga di beberapa sektor.
Berdasarkan pemantauan BPS, Kabupaten Nabire mengalami inflasi bulanan (month to month) sebesar 0,44%, dengan kenaikan IHK dari 112,94 pada September menjadi 113,44 pada Oktober 2025.
Secara tahunan (year on year), inflasi Nabire mencapai 3,23%, dan secara tahun kalender (year to date) atau dibandingkan Desember 2024, inflasi tercatat sebesar 2,34%.
Kelompok pengeluaran penyumbang inflasi bulanan terbesar adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi sebesar 1,65% dan andil inflasi 0,09%.
Lima komoditas utama penyumbang inflasi Oktober 2025 di Nabire adalah kangkung (0,22%), daging babi (0,12%), emas perhiasan (0,09%), tomat (0,09%), dan bunga pepaya (0,09%).
Untuk inflasi tahunan, kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi tertinggi sebesar 7,25% dengan andil 3,24%.
Lima komoditas yang paling mempengaruhi inflasi tahunan di Nabire yaitu beras (0,87%), kangkung (0,28%), emas perhiasan (0,27%), serta bawang merah dan cabai rawit masing-masing 0,25%.
Dengan demikian, BPS Kabupaten Nabire menegaskan bahwa berbagai faktor alam, distribusi, dan permintaan konsumen masih menjadi tantangan utama dalam pengendalian harga di wilayah Nabire.
[Nabire.Net/Sitti Hawa]


Leave a Reply