Belum Difungsikan Hingga Saat Ini, Bangunan Kios Baru Di Pasar Kalibobo Nabire Dipenuhi Sampah & Tak Terawat
Kondisi Pasar Sentral Kalibobo Nabire Papua sampai saat ini masih menjadi perbincangan hangat di kalangan masyarakat Nabire dan sekitarnya, baik pengunjung maupum pedagang pasar.
Selain kondisi jalan masuk yang berlubang dan tergenang jika turun hujan, ditambah tidak adanya drainase, kondisi bangunan kios baru Pasar Kalibobo Nabire juga cukup memprihatinkan karena menjadi tempat pembuangan sampah, serta belum beroperasi hingga saat ini.
Pasar Sentral Kalibobo Nabire hingga saat ini masih dalam tanggung jawab Dinas Pendapatan Daerah kabupaten Nabire dan belum ada pelimpahan tanggung jawab kepada Dinas Perindustrian & Perdagangan kabupaten Nabire.
Nabire.Net mencoba menelusuri berbagai persoalan di Pasar Kalibobo Nabire seperti pengelolaan pasar, operasional bangunan baru dan pengelolaan karcis masuk pasar.
Salah seorang pegawai Dinas Perdagangan kabupaten Nabire yang tak ingin disebutkan namanya, menjelaskan kepada Nabire.Net senin pagi (25/06), bahwa pembangunan fisik Pasar Kalibobo Nabire merupakan tanggung jawab Dinas Perdagangan Nabire dengan bantuan dana yang bersumber dari Kementerian Perdagangan RI.
Kemudian untuk pengaturan los atau tempat jualan di Pasar, hal itu menjadi tanggung jawab dari Dinas Pendapatan Daerah kabupaten Nabire. Sedangkan akses jalan di Pasar menjadi tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum kabupaten Nabire.
Dikatakan, pihak Dinas Perdagangan Nabire sudah meminta Kementerian Perdagangan RI untuk meresmikan Pasar Kalibobo, tapi hingga saat ini Dinas Perdagangan Nabire belum mendapatkan jawaban.
Ketika akan ditanyakan mengenai dana tahun anggaran 2016 untuk pembangunan pasar Kalibobo, Nabire.Net belum berhasil mendapatkan informasi.
Sementara Kepala Dinas Perdagangan Nabire, Bambang Agus Wijanarko, belum berhasil ditemui Nabire.Net karena tidak berada di tempat.
Untuk diketahui, bangunan baru Pasar Sentral Kalibobo Nabire telah diresmikan oleh Bupati Nabire Isaias Douw pada bulan Maret 2017 lalu, namun hingga saat ini bangunan baru tersebut belum digunakan. Bangunan baru tersebut menggantikan bangunan lama yang terbakar.
Namun bangunan baru tersebut mulai terlihat tidak terawat dan dipenuhi sampah, serta belum difungsikan bagi para pedagang.
Pembangunan 75 Kios Pasar Kalibobo, Kantor UPTD dan Pos Ukur Ulang Pasar Kalibobo Nabire, menghabiskan dana sebesar 9 Miliar lebih yang berasal dari Dana Tugas Pembantuan Kementerian Perdagangan Tahun Anggaran 2016.
[Nabire.Net/Ronaldo.Letsoin]



Leave a Reply