Baru Dipasang, Beberapa Rambu Bencana Di Nabire Sudah Rusak Dan Hilang

Nabire – Kesiapsiagaan menghadapi bencana sangat dibutuhkan oleh warga masyarakat. Sebagai salah satu daerah yang rawan bencana, perlu upaya untuk memberikan pemahaman dan meningkatkan kewaspadaan menghadapi bencana bagi warga Nabire.
Salah satu upaya yang dilakukan oleh pemerintah kabupaten Nabire melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) adalah pemasangan rambu-rambu peringatan dan evakuasi bencana, yang didahului dengan Waypoint Tracking Survey, atau kegiatan survei penentuan koordinat atau titik acuan yang nantinya akan dipasangi rambu evakuasi bencana.
(Baca Juga : Nabire Rawan Gempa & Tsunami, Pemerintah Daerah Minim Sosialisasi Mitigasi Bencana)
Usai kegiatan Waypoint Tracking Survey tersebut dilaksanakan pada akhir Juli lalu, BPBD Nabire melanjutkan kegiatan pemasangan rambu-rambu sesuai poin yang telah ditentukan.
(Baca Juga : BPBD Nabire Tentukan Koordinat Pemasangan Rambu Evakuasi Bencana)
Pemasangan tersebut telah berjalan kurang lebih seminggu di beberapa titik di Nabire. Sayangnya, pemasangan rambu yang dilaksanakan oleh Bidang Pencegahan & Kesiapsiagaan dibantu Bidang Kedaruratan & Logistik serta Pusdalops BPBD Nabire ini, tidak diikuti kesadaran masyarakat untuk menjaganya.
Menurut informasi dari Pusdalops BPBD Nabire, beberapa rambu-rambu peringatan dan evakuasi bencana yang telah dipasang, dicabut dan dirusak oleh oknum warga yang tidak bertanggung jawab. Tentu hal tersebut sangat disesali.
Manager Pusdalops BPBD Nabire, Medy Tonapa, ST, kepada Nabire.Net, jumat siang (15/11), sangat menyayangkan hal tersebut.
Dijelaskan, beberapa lokasi yang rambunya dirusak seperti rambu rawan tsunami di Smoker, dimana tiangnya dicabut dan hilang.
Sementara di jembatan Nabarua Bawah, pondasim tiang dan papan rambu rawan banjir dalam kondisi miring dan penyok.

Sementara rambu peringatan rawan tsunami di dekat pantai Nabarua Bawah tercabut dan hilang.
Medy berharap, semua warga masyarakat di Nabire bisa menjaga dan memelihara rambu tersebut untuk kepentingan kita bersama, mengingat rambu yang dipasang merupakan rambu kesiapsiagaan bagi kita semua ketika menghadapi bencana baik gempa, tsunami, longsor maupun banjir.

“Dengan adanya rambu tersebut, masyarakat bisa mengetahui jalur evakuasi serta titik kumpul, tempat pengungsian, sebab tempat pengungsian tidak selalu harus ke arah gunung seperti ke Topo, tapi di dalam kota Nabire sendiri ada tempat pengungsian yang dikategorikan aman jika terjadi bencana”, beber Medy.
[Nabire.Net]


Leave a Reply