INFO PAPUA TENGAH
Home » Blog » Apel Pagi Pemprov Papua Tengah : Apresiasi dari Pemerintah Pusat dan Evaluasi Integritas ASN

Apel Pagi Pemprov Papua Tengah : Apresiasi dari Pemerintah Pusat dan Evaluasi Integritas ASN

(Inspektur Provinsi Papua Tengah, Drs. Samuel Rihi, M.Si, saat memimpin Apel Pagi di lingkungan Pemprov Papua Tengah, Senin 30 Oktober 2023)

Nabire, Sejumlah hal disampaikan Inspektur Provinsi Papua Tengah, Drs. Samuel Rihi, M.Si, dalam Apel Pagi di lingkup Pemprov Papua Tengah, Senin (30/10/2023). Dimulai dari evaluasi pembangunan Papua Tengah tahun 2023, apresiasi dari pemerintah pusat, tantangan penyesuaian APBD serta fokus KPK pada integritas ASN.

Dikatakan Samuel Rihi, tidak terasa kita telah memasuki penghujung tahun 2023. Semua aktivitas pembangunan yang telah kita kerjakan selama ini bersama Pimpinan telah dievaluasi oleh Kemendagri beberapa waktu lalu.

Beberapa kemajuan yang telah Pemprov Papua Tengah kerjakan dalam implementasi UU Nomor 15 tahun 2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Tengah, mendapat apresiasi dari pemerintah pusat. Namun hal ini tidak boleh membuat kita cepat puas diri hingga lengah dengan keadaan. Masih banyak pekerjaan rumah yang harus sama-sama kita selesaikan, hingga model pemerintahan di Papua Tengah yang ideal sesuai amanat UU dapat terwujud.

Drs. Samuel Rihi, M.Si, menambahkan, bagi OPD OPD yang masih harus melakukan penyesuaian terhadap Rencana Kerja Program dan Anggaran (RKPA), baik karena hasil stressing dari Kemendagri atau karena kebutuhan lainnya, agar intens berkoordinasi dengan Bidang Anggaran pada BPKAD Provinsi Papua Tengah. Jangan sampai pada saat APBD Perubahan sudah ditetapkan, masih ada kegiatan-kegiatan yang sebenarnya harus dilakukan oleh OPD.

Dikatakan, bagi perangkat daerah yang tidak melakukan pergeseran lagi, akan dianggap sudah selesai dan tidak dapat melakukan pergeseran lagi. Sedangkan untuk perangkat daerah yang tidak melakukan perubahan pada RKPA-nya padahal diwajibkan oleh Kemendgari dalam stressing point, anggaran tersebut akan ditarik untuk dialokasikan pada kegiatan-kegiatan yang lebih implementatif.

“Apresiasi setinggi tingginya kepada Pimpinan OPD dan seluruh aparatur sipil negara di lingkungan provinsi Papua Tengah yang telah mendukung semua kebijakan atau roadmap yang terdiri dari 12 roadmap untuk dilaksanakan Ibu Pj. Gubernur telah berjalan sesuai dengan yang diharapkan, walaupun masih ada 5 roadmap yang belum jalan termasuk MRP, DPR, DPD yang akan dilaksanakan tahun depan”, kata Samuel Rihi.

Lanjut ditegaskan, ini adalah salah satu wujud kinerja jajaran dan dukungan kepada Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah, sehingga dalam evaluasi pada tanggal 27 Oktober 2023, pemprov Papua Tengah diberi apresiasi. Namun apresiasi itu jangan sampai membuat kita terlena sehingga ada hal-hal yang harus dilaksanakan tapi tidak tercapai. Ini semua berkat kerjasama Pimpinan OPD, ASN, baik Administrator, Fungsional dan Pelaksana. Ibu Pj.Gubernur sangat memberi apresiasi dan penghargaan sebesar-besarnya.

“Ada beberapa yang perlu saya sampaikan kepada kita semua bahwa minggu lalu kita kedatangan beberapa tamu salah satunya adalah dari Deputi Bidang Koordinasi dan Supervisi KPK dimana mengintervensi 8 area. Mohon pada dinas-dinas terkait agar hal ini diseriusin. Nanti dari Inspektorat sebagai akan berkoordinasi dengan 8 instansi itu”, kata Semuel Rihi.

Lanjut ditambahkan, selain 8 instansi itu ada dokumen atau data yang diminta dari instansi terkait tolong diperhatikan. “Sebagai informasi kepada kita bahwa 8 Area itu sebagai penilaian dan kita masih pada zona merah dan mungkin itu harus dipercepat karena dari deputi bidang koordinasi dan supervisi kita sudah dievaluasi nanti indikatornya dari inspektorat jenderal kementerian dalam negeri.”

“Dari Deputi Bidang Pencegahan dan Monitoring KPK yaitu SPI (Survei Penilaian Integritas), terima kasih kepada pimpinan OPD telah mengisi semua populasi ASN dilingkungan nya masing masing, tinggal bagaimana menjawab kuisioner yang akan masuk ke bapak ibu, jadi populasi yang dilaksanakan SPI kemarin itu yang diminta nomor hp, email dan jabatan. Itu akan masuk ke bapak ibu dari KPK, lambangnya SPI supaya dilihat. Bapak ibu lihat nanti itu ada pertanyaan-pertanyaan silahkan independen bapak ibu untuk mengisi silahkan diisi saja. Kalau nanti dilihat dari SPI Deputi Pencegahan dan Monitoring, jadi nanti dari populasi itu tolong diisi. Nanti ada lambang SPI di situ kalau dihapus nanti di kirim lagi jadi Bapak ibu tidak usah takut. Diisi saja karena nanti itu ada pertanyaan-pertanyaan yang musti kita jawab dan itu nanti menjadi suatu penilaian menyangkut integritas seluruh ASN yang ada di provinsi Papua Tengah”,” beber Samuel Rihi.

“Ada 3 komponen yaitu eksternal, internal kita terdiri populasi ASN Provinsi Papua Tengah, sedangkan ekspert itu para ahli para wartawan, nah kita ini para ekspert dan eksternal belum dilakukan karena kita belum terisi semua, jadi ini salah satu provinsi yang baru jadi tolong perhatikan itu, jangan sampai karena masuk KPK itu, isi saja kalau ada pertanyaan-pertanyaan misalnya berapa kali anda mendengar tentang korupsi, kalau bapak ibu dengar disitu ada pilihan isi saja, tapi pemilihan itu bukan dari pertanyaan itu, mereka akan sortir lagi ini layak dinilai atau tidak, itu yang kemarin sesuai dengan koordinator SPI yang di provinsi Papua Tengah,” tandas Samuel Rihi.

Jumlah ASN yang hadir dalam Apel Pagi ini sebanyak 348 orang. Ibu Pj.Gubernur Papua Tengah sendiri saat ini berada di Jakarta, sedangkan Pj.Sekda Papua Tengah berada di Jayapura.

[Nabire.Net/Edi Sutrisno]


Post Related

Leave a Reply

Your email address will not be published.