Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Dituntut 10 Tahun 6 Bulan Penjara atas Kasus Suap dan Gratifikasi Rp 46,8 Miliar

Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Dituntut 10 Tahun 6 Bulan Penjara atas Kasus Suap dan Gratifikasi Rp 46,8 Miliar

(Mantan Gubernur Papua Lukas Enembe Dituntut 10 Tahun 6 Bulan Penjara atas Kasus Suap dan Gratifikasi Rp 46,8 Miliar/Foto. Kompas)

Jakarta, 13 September 2023 – Mantan Gubernur Papua, Lukas Enembe, hari ini didakwa oleh Jaksa Penuntut Umum pada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas dugaan penerimaan suap dan gratifikasi senilai total Rp 46,8 miliar. Jaksa menuntut Lukas Enembe dengan hukuman penjara selama 10 tahun 6 bulan dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Dalam sidang yang berlangsung di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (13/9/2023), Jaksa Penuntut Umum meyakini Lukas Enembe melanggar Pasal 12 huruf a Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) Ke-1 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) juncto Pasal 65 ayat (1) KUHP dan Pasal 12B UU Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Menurut Jaksa, Lukas Enembe diduga menerima suap dan gratifikasi dalam berbagai bentuk, termasuk uang tunai dan pembangunan atau perbaikan aset pribadinya. Lukas Enembe didakwa menerima Rp 10,4 miliar dari Piton Enumbi, pemilik PT Melonesia Mulia, serta Rp 35,4 miliar dari Rijatono Lakka, Direktur PT Tabi Anugerah Pharmindo.

Jaksa menyebutkan bahwa suap tersebut diberikan dengan maksud agar Lukas Enembe, saat masih menjabat sebagai Gubernur Papua pada tahun 2018, memenangkan perusahaan yang digunakan oleh Piton Enumbi dan Rijantono dalam proyek pengadaan barang dan jasa di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua.

Adapun suap dari Rijatono sebagian besar disalurkan dalam bentuk pembangunan atau renovasi aset pribadi Lukas, termasuk hotel, dapur katering, kosan, dan rumah yang dimilikinya.

Selain itu, Lukas Enembe juga didakwa menerima gratifikasi senilai Rp 1 miliar dari Budy Sultan, Direktur PT Indo Papua, melalui perantara Imelda Sun. Jaksa menekankan bahwa Lukas tidak melaporkan penerimaan uang ini kepada KPK, sehingga hal ini harus dianggap sebagai suap.

Lukas Enembe sendiri telah membantah tudingan penerimaan suap dan gratifikasi ini. Dia juga membantah klaim bahwa hotel di Jayapura adalah miliknya.

Sidang ini akan terus berlanjut untuk menentukan nasib mantan Gubernur Papua ini dalam tuntutan hukumnya. Kasus ini mencerminkan upaya keras KPK untuk memberantas korupsi dan menegakkan hukum di Indonesia.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *