Ini Progress Capaian UNICEF Guna Penguatan Sistem Kesehatan di Papua Tengah, Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan

(Ini Progress Capaian UNICEF Guna Penguatan Sistem Kesehatan di Papua Tengah, Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan)

Nabire, Secara nasional, UNICEF terus memberikan dukungan untuk penguatan sistem kesehatan dan pemenuhan hak anak dalam program dukungan tahun 2021-2025, termasuk dalam memperbaiki akses ke layanan kependudukan untuk meningkatkan cakupan pencatatan identitas legal anak dan juga akses ke layanan imunisasi.

Berdasarkan catatan progress capaian UNICEF hingga bulan Maret 2024, untuk cakupan pembuatan akta kelahiran untuk anak usia 5 tahun ke bawah sebesar 50.26%. Sedangkan untuk anak usia di bawah 18 tahun, sebesar 86%. Hal ini jauh lebih rendah jika dibandingkan dengan rataan nasional sebesar 81% untuk anak usia di bawah 5 tahun dan 92% untuk anak usia di bawah 18 tahun, sesuai data Susenas 2022.



Sementara untuk cakupan imunisasi dasar lengkap di Provinsi Papua Tengah, Papua, Papua Selatan dan Papua Pegunungan, baru mencapai 51.8% atau jauh di bawah angka nasional sebesar 94.6% sesuai MoH Report 2022.

Menurut analisis UNICEF pada tahun 2019 mengenai pencatatan kelahiran, hambatan utama di Tanah Papua mencakup tantangan budaya dan sosial, hambatan geografis – di mana akta kelahiran itu gratis, namun biaya perjalanan untuk memerolehnya mahal – dan kurangnya kesadaran tentang pentingnya pencatatan kelahiran dan proses pendaftaran.

Hambatan dalam memperoleh akta kelahirannya juga mempengaruhi cakupan imunisasi di Tanah Papua. Diantaranya adalah imunisasi yang tidak sesuai jadwal (karena ketidakjelasan tanggal kelahiran), data target yang tidak jelas, cakupan imunisasi yang kurang dilaporkan, duplikasi data, rendahnya pelaporan ASIK (Aplikasi Sehat Indonesia Ku), serta kelengkapan NIK.

UNICEF telah mendukung sistem skrining status imunisasi dan akta kelahiran melalui Kampungku Rumahku (My Village My Home – MVMH) di lebih dari 50 Posyandu dan PAUD di 12 kab/kota di Tanah Papua yang dimulai di tahun 2021. Kampungku Rumahku digunakan umtuk meningkatkan pelibatan masyarakat untuk memantau status pencatatan (akte) kelahiran  dan imunisasi anak. Seluruh Masyarakat diharapkan bisa semakin sadar dan saling mengingatkan jika ada keluarga atau kerabatnya yang memiliki anak-anak yang belum diimunisasi setelah melihat nama anak yang terpampang di banner Kampungku Rumahku.

UNICEF juga telah mendukung Kementerian Pembangunan Nasional (Bappenas) dan Kementerian Dalam Negeri dalam program Penguatan Pencatatan Sipil dan Statistik Hayati di Papua sejak tahun 2021. Inisiatif ini bertujuan untuk mendukung target pemerintah pusat untuk mencapai cakupan 100% pada tahun 2024, sejalan dengan Perpres 62 Tahun 2019 tentang Strategi Nasional Percepatan Administrasi Kependudukan dalam Pembangunan Statistik Vital dan target nasional yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional 2020-2024.

UNICEF bersama dengan mitra pelaksananya, YP2KP, telah mendukung Pemerintah di Tanah Papua untuk meningkatkan cakupan akta kelahiran dan imunisasi melalui upaya terintegrasi dengan lintas seKtor di kabupaten/kota, yaitu Kab Jayapura, Kab Nabire, Kab Asmat.

Program ini mendukung para pemangku kepentingan dan perangkat pemerintah terkait untuk merancang model akses pencatatan sipil yang inovatif sesuai dengan konteks Papua, termasuk melalui pemanfaatan teknologi informasi serta penguatan koordinasi lintas OPD dan pemangku kepentingan lainnya. Salah satunya seperti yang dilakukan saat ini, yaitu dengan memperkuat mekanisme pencatatan akta kelahiran dengan melibatkan Puskemas.

Program ini juga meningkatkan pengetahuan dan kesadaran tentang pentingnya pencatatan sipil dan statistik hayati serta imunisasi di kalangan masyarakat dan di tempat-tempat umum, seperti pusat anak usia dini dan fasilitas kesehatan.

UNICEF memberikan apresiasi atas kepemimpinan Kepala Daerah, yaitu Pj Bupati bersama Dukcapil dan Dinas Kesehatan di Kab Jayapura, Kab Nabire, Kab Asmat dalam membuat Perjanjian Kerja Sama (PKS/MoU) ini untuk mempermudah masyarakat, khususnya ibu yang baru melahirkan di Puskesmas agar dapat segera memproses akta kelahiran dengan mudah, cepat, dan gratis.

Sinergi yang sudah ada masih perlu diperkuat, praktek baik yang sudah terjadi perlu didokumentasikan dan direplikasi, serta inovasi yang cerdas dan kreatif masih perlu dikembangkan sesuai dengan konteks lokal dan budaya Papua yang kaya.

Hal ini perlu dilakukan untuk memastikan agar setiap anak di Papua mendapatkan hak dasarnya, khususnya untuk dapat tercatat kelahirannya dan mendapatkan imunisasi dasar lengkap sejak lahir.

Hal ini juga mendukung visi-misi Papua memantapkan kualitas dan daya saing SDM untuk mendukukung Papua Bangkit, Mandiri, dan Sejahtera yang Berkeadilan. Papua yang hebat dimulai dari anak yang hebat yang terpenuhi hak dasarnya.

[Nabire.Net/Sitti Hawa]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *