Ini Kronologis dan Data Korban Penembakan & Kerusuhan Dogiyai 13-14 Juli Versi Masyarakat

Ini Kronologis dan Data Korban Penembakan & Kerusuhan Dogiyai 13-14 Juli Versi Masyarakat

(Ini Kronologis dan Data Korban Penembakan & Kerusuhan Dogiyai 13-14 Juli Versi Masyarakat)

Dogiyai, Kerusuhan terjadi di Dogiyai selama 2 hari dari tanggal 13-14 Juli 2023, buntut tewasnya 3 warga sipil akibat penembakan yang dilakukan oleh aparat keamanan.

Berikut kronologis kejadian beserta data korban meninggal, luka-luka dan warga sipil yang ditangkap.

Pada hari Kamis tanggal 13 Juli 2023 Yosua Keiya (20) warga sipil Kampung Obayo, Kabupaten Dogiyai keluar dari rumah Obayo menuju ke arah Idakebo, sekitar pukul 09.00 WIT.

Menurut saksi yang namanya tidak ingin disebutkan mengatakan Yosua ditembak mati oleh Kesatuan Brimob yang mengendarai mobil Hilux berwarna putih, yang melintas di Jalan Trans Nabire –Ilaga ke arah Deiyai. Setelah ditembak, mobil yang ditumpangi Brimob itu segera meninggalkan tempat kejadian dan menuju ke arah Deiyai dalam kecepatan yang tinggi.

Menurut saksi yang ada di tempat kejadian, korban Yosua Keiyai ditembak dari dalam mobil tanpa alasan yang jelas, karena korban tidak pernah mengkonsumsi miras. Beberapa saksi membeberkan bahwa korban adalah anak baik yang tidak pernah terlibat dalam memalang kendaraan yang melintas di jalan raya.

Yosua Keiyai ditembak di dada. Menurut keterangan saksi, setelah ditembak, ia tidak langsung jatuh di tempat itu, tetapi ia berjalan beberapa meter ke depan lalu terkapar meninggal.

Setelah ia jatuh ada dua mobil yang ditumpangi oleh pihak keamanan melintas menuju ke arah Ugapuga dengan maksud memantau. Pihak keluarga dan kerabat yang tidak menerima tindakan yang dilakukan oleh pihak Brimob mereka melakukan pemalangan jalan. Mereka menuntut agar pelakunya diungkap dan diadili sesuai hukum.

Setelah melakukan pemalangan, di hari yang sama mereka menuju ke arah Moanemani dalam rangka melakukan pembalasan. Dalam aksi pembalasan tersebut, sekitar pukul 20.16 WIT, Yakobus Pekei (20) ditembak mati di Moanemani, Kamuu, Dogiyai, oleh pihak gabungan TNI/Polri yang tugas di Kabupaten Dogiyai.

Tidak hanya Yakobus Pekei yang menjadi korban, tetapi Stavanus Pigome (20) juga ditembak mati pada malam yang sama di Kampung Ikebo, Kamuu, Dogiyai.

Selain tiga orang yang ditembak mati, sebagian lainnya luka-luka dan sedang dirawat di rumah masing-masing. Untuk lebih jelasnya, dapat dilihat pada tabel data selanjutnya.

No

Pelaku

Korban

Keterangan

Tempat

Waktu

1

Pasukan Aksi Damai Cartenz

Yosua Keiya (20 Tahun)

Ditembak dengan senjata dan mati di tempat. Kena di bahu kanan. Dari depan tembus ke depan.

Yosua yang ditembak

mati tidak mabuk dan tidak melakukan

Idakebo, Dogiyai, Papua

Kamis, 13 Juli

2023, pada siang hari jam 11.25

pemalangan.

2

Gabungan TNI/POLRI

Yakobus Pekei (20 Tahun)

Ditembak dengan senjata dan mati di tempat. Kena di

Di Moanemani, Dogiyai,

Papua

Kamis, 13 Juli

2023, pada malam hari

jam 20.16

3

Gabungan TNI/POLRI

Stepanus Pigome (19 tahun)

Ditembak dengan senjata dan mati di tempat. Kena di

Di Moanemani, Dogiyai,

Papua

Kamis, 13 Juli

2023 pada malam hari jam 20.16

4

Gabungan TNI/POLRI

Amos Pigai (19 Tahun)

Titembak dengan senjata dan luka-luka. Kena di Testis

Di Moanemani, Dogiyai, Papua

Kamis, 13 Juli

2023 pada malam hari, Jam 20.50

5

Gabungan TNI/POLRI

Yunus Pekei (20 Tahun)

Ditembak dengan senjata dan luka-luka. Kena di Lutut bagian

kanan.

Di Moanemani, Dogiyai,

Papua

Kamis, 13 Juli

2023 pada malam hari, Jam 21.30

6

Gabungan TNI/POLRI

Elipin Tagi (20 tahun)

Ditembak dengan senjata. Luka-luka kena, kikis di lutut

Di Moanemani, Dogiyai,

Papua

13 Juli di Moanemani pada malam

hari, jam 20.16

7

Gabungan TNI/POLRI

Sisko Goo (19 Tahun)

Ditembak dengan senjata. Kena di kaki.

Di Moanemani, Dogiyai,

Papua

13 Juli di Moanemani pada malam

hari, jam 21.20

8

Pasukan Aksi Damai Cartenz

Pini Tebai

Ditembak dengan senjata. Luka-luka di paha

Di Idakebo, Dogiyai, Papua saat awal

Kejadian

13 Juli 2023,

sekitar jam 11.30

9

Gabungan TNI/POLRI

Daud Yobbe (23 tahun)

Ditangkap di Moanemani di saat penembakan di Idakebo tanpa alasan dan dikeluarkan pada

sore hari.

Di Moanemani, Dogiyai, Papua

Kamis, 13 Juli

2023

10

Gabungan TNI/POLRI

Fradi Yobe (17 Tahun)

Ditangkap di Moanemani di saat penembakan di Idakebo tanpa alasan

dan dikeluarkan pada sore hari.

Di Moanemani, Dogiyai, Papua

Kamis, 13 Juli

2023

Menyikapi hal ini, pihak keluarga korban meminta untuk semua korban dapat dibawa masuk dalam penyelesaian hukum dan HAM. Keluarga meminta untuk pihak TNI/POLRI jangan melakukan autopsi.

Pasca kejadian penembakan terhadap Yosua Keiya, yang selanjutnya terjadi penembakan terhadap beberapa pemuda yang mengakibatkan kematian dan luka-luka:

  1. Keluarga korban kecewa karena dibunuh dengan senjata (alat Negara) padahal Yosua Keiya bukan pemalang (yang memalang jalan), tetapi hanya pejalan kaki yang tidak tahu menahu.

  2. Keluarga korban merasa kecewa karena militer membuat berita hoax di media: kenyataan di lapangan lain, berita di media banyak anak yang korban: mati, luka-luka dan ditangkap, tetapi tidak diberitakan kenyataan yang sebenarnya, bahkan yang dipersalahkan adalah rakyat yang korban dan tidak bersalah. Bahwa tidak ada KKB (Kelompok Kiminal Besenjata) di Dogiyai hanya rakyat sipil

  3. Keluarga kecewa karena TNI/POLRI menembak rakyat sipil dengan senjata api, sementara rakyat hanya menggunakan busur dan anak panah untuk melampiaskan amarah melawan TNI/POLRI yang menggunakan kekuatan Negara untuk menembak.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *