Ibadah Minggu Raya GPT Kristus Raja Kalinona Nabire, 7 April 2024

(Ibadah Minggu Raya GPT Kristus Raja Kalinona Nabire, 7 April 2024)

Nabire, Bertempat di Gereja Pantekosta Tabernakel Nabire (GPT) Kristus Raja, Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Raya, 7 April 2024.

Ibadah dilayani pelayanan firman Pdm. Surya Roreng, S.Th dengan mengambil nas pembacaan Firman Tuhan dari kitab Ulangan 5:3. Dalam khotbahnya, Pdm. Surya Roreng, S.Th mengatakan bahwa Firman Tuhan ini bermaksud mengingatkan kita bahwa Tuhan mengikat perjanjian dengan kita.

Perjanjian Tuhan dilakukan dengan orang yang masih hidup, tujuannya:

1. Mazmur 88:10-12, agar bisa dinikmati oleh pengikutNya selama mereka masih hidup di dunia ini :

– keajaiban Tuhan
– kasih Tuhan
– kesetiaan Tuhan
– keadilan Tuhan
Bagamana orang mati bisa menikmati berkat Tuhan di bumi?

2. Mazmur 6:5, 88:10b, agar ada ucapan syukur senantiasa dari manusia-manusia yang mengalami pertolongan/lawatan Tuhan.

Bagaimana orang mati bisa mengucap syukur?
• Mengapa perjanjian itu harus dilakukan dengan orang yang masih hidup?

Sebab hanya orang hidup yang bisa merespon segala pemberian Allah. Contoh bapa Abraham, Allah memberikan perjanjianNya ketika Abraham masih hidup, karena itu Abraham:
1. Telinganya bisa mendengar suara Tuhan.
2. Kakinya bisa melangkah ke tanah perjanjian.
3. Tangannya bisa melakukan apa yang diperintahkan Tuhan.
4. Mulutnya bisa mengucapkan syukur.
5. Dan anggota2 tubuhnya yg lain semuanya bisa bergerak karena dia hidup. Baca Firman Tuhan dalam Matius 22:32.

Roma 10:9,10. Hanya orang hidup yang bisa menerima keselamatan karena hanya orang hidup yang bisa menggunakan mulutnya untuk mengakui bahwa Yesus sebagai Tuhannya. Sebab itu Yesus bangkit dan hidup agar pengikutNya menikmati janji orang-orang yang hidup. Dan karena Yesus hidup kekal, maka perjanjian dengan pengikut-pengikutNya juga adalah perjanjian yang kekal.

Perjanjian Allah dengan bangsa Israel digunung horeb ketika mereka masih hidup, perjanjian Allah dengan kita diatas bukit Golgota juga harus kita lakukan pada saat kita masih hidup. Perjanjian itu dimeteraikan dengan darah yang tercurah dikayu salib diatas bukit Golgota.

Sebab itu selama hayat masih dikandung badan kita harus berdoa dan berusaha agar orang-orang yang kita cintai dan orang-orang lain yang belum mengaku Yesus Tuhan yang masih bisa menggunakan mulutnya mengaku dan menerima Yesus sebagai Tuhan. Setelah itu kita tuntun mereka untuk hidup menurut Firman Tuhan. Kitab Ibrani 3:13.

Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Surga memberkati kita semua, Amin.

Ibadah juga diisi dengan pujian dari keluarga Pastori.  Diakhir sesi ibadah, diisi dengan sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net]


Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *