Ibadah Minggu Raya 14 April 2024 di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire

(Ibadah Minggu Raya 14 April 2024 di GPT Kristus Raja Kalinona Nabire)

Nabire, Bertempat di Gereja Pentakosta Tabernakel (GPT) Kristus Raja Jemaat Kalinona Nabire, telah dilaksanakan Ibadah Minggu Raya, 14 April 2024.

Ibadah dilayani Pelayan Firman, Bapak Gembala Pdt. Paulus Appang, S.Th, dengan mengambil nas pembacaan Firman Tuhan dari kitab Roma 8:1-17 dengan tema “Hidup oleh Roh”.

Dalam khotbahnya, Pdt. Paulus Appang, S.Th menjelaskan bahwa dalam ayat 2 (BIMK) dikatakan “sebab hukum Roh Allah yang membuat kita hidup bersatu dengan Kristus Yesus sudah membebaskan kita dari hukum yang menyebabkan dosa dan kematian”. Kalau Tuhan sudah mengangkat kita maju, angan lagi kita mundur. Contoh dari Kehidupan jemaat yang mula-mula, mereka memberi diri mereka untuk dibaptis, berada dalam pengajaran Rasul-Rasul. Senantiasa kita bergerak maju ke depan. Mereformasi diri kita, transformasi diri kita. “Demikianlah sekarang tidak ada penghukuman bagi mereka yang ada di dalam Kristus Yesus”.

Kerja dulu dibumi baru nanti kerja disorga. Sama seperti ibadah, ibadah dulu di bumi baru nanti kita di sorga. Bagaimana mungkin tidak pernah ibadah di bumi. Tetapi mau ibadah disorga. Kita ini yang sama seperti bangsa Israel sudah dilepaskan dari tanah Mesir, tanah perbudakan. Janganlah lagi diperbudak sama duniawi yang membuat kita tidak beribadah (Keluaran 17 :3). Bangsa Israel bertengkar dengan pemimpinnya, yaitu Musa tentang kehausan. Mereka bertengkar dengan Musa dan mencobai Tuhan. Mereka bersungut-sungut. Bersungut-sungut hanya akan membawa pada kehausan.

Contoh, kita yang sebagai orang tua, ajar anak-anak kita yang seperti Tuhan Yesus ajarkan kepada kita di Matius 28 tentang amanat agung, supaya anak-anak kita masuk dalam ibadah. Orang tua masuk dalam ibadah, anak-anak juga masuk dalam ibadah.

Contoh lain, bangsa Israel ketika menghadapi orang Amalek yang ingin menghalangi-halangi perjalanan bangsa Israel. Musa dan Yosua memilih pemimpin-pemimpin yang takut akan Allah, untuk menghadapi orang Amalek. Sama seperti kita juga saat ini sidang jemaat, imam-imam, Tua jemaat, dll, harus menghadapi penghalang-penghalang yang ingin menghalangi kita beribadah.

Jangan kita berbuat dosa lagi. Kita bertobat, memberi diri dibaptis dan jangan berbuat dosa lagi. Karena upah dosa ialah maut. Mari kita ikut Tuhan dengan setia, pikul salib kita setiap hari dan menyangkal diri. Masuk dalam ibadah doa dan pemyembahan dan ibadah pembelajaran Alkitab.

Tuhan Yesus Kristus Mempelai Pria Surga memberkati kita semua, Amin.

Ibadah juga diisi dengan pujian dari keluarga wilayah Barat. Di akhir sesi ibadah, diisi dengan sakramen perjamuan kudus.

[Nabire.Net]



Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *